Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rawon: Jejak Panjang Warisan Kuliner Legendaris dari Majapahit yang Tetap Eksis Hingga Kini

A. Nugroho • Jumat, 11 April 2025 | 01:00 WIB
Ilustrasi makanan rawon (pch.freepik)
Ilustrasi makanan rawon (pch.freepik)

KUAH hitam pekat rawon ternyata menyimpan sejarah panjang yang bermula dari era Kerajaan Majapahit.

Hidangan khas Jawa Timur ini pertama kali tercatat dalam Prasasti Taji (901 M) dengan sebutan "rarawwan", dan menjadi sajian istimewa di kalangan bangsawan.

Bukti sejarah lainnya terdapat dalam naskah kuno seperti Serat Centhini (1811 M) yang mengukuhkan status rawon sebagai hidangan kerajaan.

Awalnya menggunakan daging kerbau, bahan utama ini kemudian berganti ke sapi yang lebih mudah diperoleh.

Keunikan rawon terletak pada kluwek (keluak), buah mangrove yang memberikan warna hitam khas dan rasa gurih yang kaya.

Bumbu ini bukan sekadar pewarna, melainkan simbol filosofi kehidupan yang kompleks.

Proses memasaknya pun special, daging dimasak perlahan dengan rempah pilihan hingga empuk dan berkaldu gurih. Tanpa kluwek, rawon kehilangan identitasnya yang unik. 

Dari hidangan eksklusif kerajaan, rawon berkembang menjadi makanan rakyat yang bisa dinikmati di warung-warung legendaris seperti Rawon Setan Surabaya dan Rawon Nguling Probolinggo.

Bukti prasasti mendukung teori pertama, sementara penyebarannya yang cepat menunjukkan peran kuliner sebagai pemersatu berbagai lapisan masyarakat. 

Pengakuan internasional datang pada 2020 ketika Taste Atlas menobatkan rawon sebagai "Sup Terenak se-Asia", mengalahkan 20.000 hidangan lainnya.

Prestasi ini membuktikan keunggulan kuliner Nusantara di panggung global.

Kini, semangkuk rawon lengkap dengan tauge, kerupuk udang, dan telur asin bukan hanya sajian lezat, melainkan juga warisan budaya yang telah bertahan lebih dari seribu tahun.

Lebih dari sekadar makanan, rawon adalah bukti nyata kekayaan kuliner Indonesia yang terus hidup dari masa ke masa. (sai)

Editor : A. Nugroho
#sejarah #prasasti #serat #rawon #majapahit