Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batu Mendunia, 83 Atlet Lokal-Internasional Paralayang Adu Skill di BISTF 2025

Kholid Amrullah • Jumat, 18 Juli 2025 | 23:35 WIB

 

IKONIK: Salah seorang peserta Paragliding Accuracy League Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2025 baru take off dari Gunung Banyak, Kota Batu kemarin pagi (18/7).
IKONIK: Salah seorang peserta Paragliding Accuracy League Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2025 baru take off dari Gunung Banyak, Kota Batu kemarin pagi (18/7).

BATU - Sebanyak 83 atlet paralayang internasional padati area Paralayang Gunung Banyak, Kota Batu kemarin pagi (18/7). Uniknya, mereka mengenakan berbagai kostum menarik ketika mengikuti ajang International Paragliding Accuracy Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2025. Kejuaraan dunia paralayang itu mempertemukan para atlet terbaik dari tiga negara. Yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

 

Dari total itu, sebanyak 20 kontingen berasal dari Provinsi Jawa Timur. Pertandingan tersebut berlangsung mulai Kamis (17/7) dan berakhir pada Minggu (20/7). Event olahraga dirgantara bergengsi itu digelar di dua lokasi strategis, yaitu area take off Gunung Banyak dan landing area di Lapangan Songgokerto, Kota Batu. Ada lima kategori yang dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut, meliputi Overall, Team, Women, Junior, dan Festival Paralayang.

RESMI DIMUALI: Wakil Wali Kota Heli Suyanto dan Kadisparta Onny Ardianto disampingi sejumlah pejabat memencet tombol sirine tanda dimulainya event.
RESMI DIMUALI: Wakil Wali Kota Heli Suyanto dan Kadisparta Onny Ardianto disampingi sejumlah pejabat memencet tombol sirine tanda dimulainya event.

 

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, ada beberapa perbedaan gelaran International Paragliding Accuracy BISTF 2025. Tahun lalu, para peserta menggunakan tema motocross. Sementara tahun ini, peserta dibebaskan untuk menggunakan kostum dengan tema semenarik dan sekreatif mungkin. “Tentu bukan sekadar ajang perlombaan, keunikan kostum juga menjadi poin penilaian,” ungkapnya.

 

Selain itu, juga sebagai bentuk perubahan image bahwa paralayang tidak sekadar olahraga ekstrem. Melainkan, para atlet juga menampilkan fun play dengan berbagai kostum seperti buaya, hantu hingga busana etnik.

 

Onny mengungkapkan, para atlet juga bersaing dalam kategori ketepatan mendarat (accuracy landing). Itu menjadi salah satu nomor paling menantang dalam cabang olahraga paralayang. “Tentu kami juga berharap kontingen Jawa Timur bisa menorehkan prestasinya pada event tahun ini,” tegas dia.

ANTUSIAS: Para atlet foto bersama dengan sejumlah pejabat dari Kota Batu sebelum bertanding.
ANTUSIAS: Para atlet foto bersama dengan sejumlah pejabat dari Kota Batu sebelum bertanding.

Melalui event ini dia berharap semakin mengenalkan potensi pariwisata Kota Batu ke dunia internasional. Selain itu adanya event berkelas internasional juga akan memicu pergerakan ekonomi, karena semua atlet harus menginap di hotel-hotel di Kota Batu. “Kami berharap event ini juga membawa dampak ekonomi yang baik,” katanya.

 

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menambahkan, jika cukup optimistis dalam mencetak prestasi. Mengingat peluang besar bisa didapat karena para atlet cukup familiar dengan lokasi pertandingan. Bahkan, mereka juga kerap menorehkan prestasi di ajang pertandingan paralayang.

 

Heli menyebut, penyelenggaraan BISTF 2025 merupakan bagian dari strategi promosi wisata Kota Batu melalui pendekatan sport tourism. Melalui event tersebut, Kota Batu sebagai tuan rumah berkomitmen memadukan antara potensi alam dan kegiatan olahraga berskala internasional. “Tentu harapan kami bisa menaikkan angka kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi lokal setelah menurun akibat efisiensi ini,” pungkasnya. (ori/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#International Paragliding Accuracy Batu International Sport Tourism Festival #BISTF 2025 #kota batam #wisata batu #paralayang #pemkot batu #disparta batu