RADAR MALANG – Saat sebagian besar pecinta kuliner mencari rasa baru di kota besar, sebagian wisatawan dari Malang kini mulai menjadikan Lumajang sebagai destinasi kuliner alternatif. Kota yang dikenal sebagai penghasil pisang dan surga alam ini ternyata menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang unik dan menggoda.
Bayangkan sarapan dengan nasi berwarna hijau sehat, atau camilan eksotis yang hanya ditemukan di tepian Danau Klakah. Selain itu, penganan bercita rasa pedas khas dan kudapan fermentasi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat budaya lokal yang ingin membawa pulang rasa berbeda dari kaki Gunung Semeru.
Lebih dari sekadar dimakan, kuliner khas Lumajang adalah cerita tentang tradisi, keunikan cara pengolahan, hingga kreativitas penduduk setempat yang menjadikan makanan sebagai identitas. Inilah beberapa menu unik yang wajib dicoba bahkan saat Anda hanya berkunjung dari Malang.
- Sego Kelor: Nasi Hijau Bergizi dari Daun Kelor
Menu ini termasuk kuliner unik yang mendapat penghargaan hingga jajaran ADWI. Sego Kelor terbuat dari nasi yang dicampur ekstrak daun kelor menjadikannya berwarna hijau alami dan sarat manfaat. Lauknya pun beragam: tempe kering, sambal, tumis pare, perkedel kentang, dan potongan daging suwir. sudah meraih penghargaan sebagai video profil kuliner terbaik Festival Masakan Khas Jatim 2022.
2. Kreco: Keong Danau Klakah yang Jadi Sarapan Unik
Kreco adalah keong kecil yang hidup menempel di tebing Danau Klakah. Warga lokal biasa menempatkan daun kelapa sebagai perangkap semalaman agar kreco menempel. Pagi harinya diolah menjadi hidangan sarapan yang gurih dan khas. Rasanya ringan, sedikit asin, cocok dicampur nasi hangat sambil menikmati udara pagi Lumajang.
3. Bledus: Jagung Fermentasi yang Kenyal dan Gurih
Soal camilan lokal, Bledus jadi salah satu yang paling dikenal. Jagung pipil direndam semalaman, kemudian dikukus hingga matang. Setelah itu ditaburi kelapa parut, garam, dan sedikit gula. Tekstur kenyal dengan rasa gurih ringan membuatnya menjadi camilan favorit warga dan tamu Lumajang..
4. Rujak Otek: Rebung Pedas dengan Petis Lokal
Rujak Otek berbeda dari rujak biasa. Bahan utamanya adalah rebung yang sudah direbus dan disajikan dengan bumbu kacang dan petis khas Lumajang. Rebung kenyal berpadu sambal manis gurihnya petis menciptakan sensasi yang unik dan menggigit. Cocok untuk penggemar kuliner pedas dan tradisional.
- Kuliner “Semen”: Tunas Kubis yang Jadi Hidangan Lokal
Alih-alih bahan bangunan, Semen di Lumajang adalah sajian dari tunas kubis (semian) segar yang direbus ringan hingga layu. Biasanya disajikan dengan sambal bawang aduk panas — sangat cocok dihidangkan bersama nasi jagung atau nasi putih.Kesegaran dan kesederhanaannya mencuri perhatian pecinta kuliner alami.
6. Sambel Pecang: Tempe dan Kacang Panjang dalam Campuran Pedas
Diciptakan di Pawon Citra, Sambel Pecang adalah perpaduan tempe goreng dan irisan kacang panjang mentah dibalut sambal bawang pedas. Sensasinya segar, renyah, dan sangat khas. Banyak yang menganggapnya innovasi kuliner lokal yang patut dicoba saat mampir ke Jalan Diponegoro Lumajang.
7. Sajian Umum Tapi Istimewa: Lontong Petis hingga Cilok Mercon
Selain kuliner ekstrem, ada juga menu yang mudah ditemui di warung pinggir jalan tapi tetap spesial:
- Lontong Petis: lontong disajikan dengan tahu, tempe, sayur dan disiram petis kacang gurih, lengkap dengan bawang goreng dan kerupuk renyah.
- Cilok Mercon: cilok kenyal di luar, pedas meledak di dalam karena isi cabai kecil. Disajikan pakai saus kacang manis gurih.
Kuliner Lumajang: Legenda Rasa dari Alam Sampai Inovasi
Dari kreco yang eksotik hingga sambel pecang penuh kreativitas, kuliner Lumajang bukan sekadar pelengkap wisata ia adalah pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Meski lokasinya tak sepopuler Malang, rasa lokalnya mampu menarik perhatian pelancong dari kota-kota besar, seperti Malang, untuk kembali lagi membawa oleh-oleh rasa yang khas. (id)
Editor : A. Nugroho