Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kopi Tengger dari Lereng Semeru, Sajian Hangat untuk Penikmat Alam

A. Nugroho • Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:13 WIB

 

Secangkir kopi Tengger hangat khas lereng Semeru, teman ideal menikmati udara dingin pegunungan.
Secangkir kopi Tengger hangat khas lereng Semeru, teman ideal menikmati udara dingin pegunungan.

 

LUMAJANG – Kopi tidak lagi sekadar minuman penghilang kantuk. Di kawasan lereng Semeru, terutama wilayah Lumajang hingga perbatasan Malang dan Probolinggo, kopi telah menjelma sebagai bagian dari identitas budaya. Cita rasa kopi khas Tengger kini banyak diburu wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang datang ke kawasan Bromo-Semeru untuk berlibur.

Popularitas kopi Tengger semakin meningkat seiring dengan banyaknya kedai dan kafe yang menjadikan kopi lokal sebagai menu andalan. Dari desa-desa di Gubugklakah, Wonokerso, hingga Gucialit, sejumlah tempat nongkrong tumbuh dengan konsep sederhana namun sarat kehangatan. Tidak hanya soal rasa, suasana pedesaan yang masih asri membuat pengalaman menikmati kopi terasa berbeda.

Bagi masyarakat sekitar, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah simbol keramahan dan persaudaraan. Tidak heran, hampir di setiap sudut lereng Tengger, wisatawan bisa menemukan kedai yang menyajikan kopi hangat dengan harga terjangkau. Beberapa bahkan menjadi destinasi populer berkat ulasan positif pengunjung.

Cafe Kopi Tengger Gubugklakah

Salah satu yang mulai dikenal luas adalah Cafe Kopi Tengger Gubugklakah di Kabupaten Malang. Dengan ulasan sempurna, tempat ini menawarkan pengalaman ngopi di desa yang sejuk. Menu andalannya tentu kopi hitam khas Tengger, yang disajikan dengan cara sederhana namun kaya rasa.

Pengunjung menilai tempat ini "worth to try" karena tidak hanya menjual kopi, tetapi juga menghadirkan suasana akrab khas pedesaan. Kedai kecil ini sering menjadi titik singgah wisatawan yang hendak menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kedai Kopi Tengger Wonokerso

Dari sisi Probolinggo, ada Kedai Kopi Tengger Wonokerso yang juga mendapat ulasan sempurna. Tempat ini menonjolkan kopi asli khas Probolinggo, diseduh dengan teknik tradisional. Dengan atmosfir desa yang tenang, kedai ini cocok bagi wisatawan yang ingin sejenak melepas lelah setelah perjalanan panjang.

Kedai ini kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat karena berhasil mengenalkan kopi Tengger ke wisatawan. Dengan harga ramah di kantong, tempat ini terus mendapat kunjungan terutama saat akhir pekan.

Kopi Tengger Cak Ponidi

Di wilayah Malang, nama Kopi Tengger Cak Ponidi juga mencuri perhatian. Meski masih sederhana, kedai ini konsisten menyajikan kopi dengan cita rasa khas. Kehangatan pelayanan membuat pengunjung merasa seperti bertamu di rumah sendiri.

Bagi penikmat kopi sejati, kedai ini sering dianggap sebagai salah satu spot otentik yang mempertahankan racikan lama. Tidak sedikit wisatawan yang menyebut bahwa kopi Tengger di sini memiliki karakter rasa lebih pekat dibandingkan daerah lain.

Balé Kopi Gucialit, Lumajang

Tidak kalah menarik, di Lumajang terdapat Balé Kopi Gucialit. Berada di desa Sidomakmur, kedai ini terkenal dengan suasana pedesaan yang asri. Selain kopi Tengger, Balé Kopi juga menyajikan minuman modern seperti latte dan matcha yang disukai anak muda.

Dengan rating tinggi dari puluhan pengunjung, Balé Kopi Gucialit menjadi tempat yang pas untuk berkumpul bersama keluarga maupun sahabat. Harga minumannya sangat terjangkau, mulai dari Rp 10 ribuan saja.

Kopi TAJI Lereng Bromo

Satu lagi yang patut disebut adalah Kopi TAJI Lereng Bromo. Kedai ini memiliki rating lebih dari 4,6 dengan ribuan ulasan. Lokasinya di lereng Bromo, Malang, menjadikannya titik favorit wisatawan yang ingin menikmati kopi sambil melihat pemandangan pegunungan.

Selain kopi hitam, pengunjung bisa mencoba kopi susu dengan harga tetap ramah. Keunggulan utama Kopi TAJI adalah pemandangan indah yang membuat momen ngopi semakin berkesan.

Kopi Tengger, Identitas Rasa Lereng Semeru

Dari berbagai kedai tersebut, jelas bahwa kopi Tengger bukan sekadar produk minuman. Ia telah menjadi identitas sekaligus daya tarik wisata kuliner di kawasan lereng Semeru dan Bromo. Suasana alam yang sejuk, keramahan warga, dan cita rasa kopi yang khas, membuat banyak wisatawan ingin kembali lagi.

Dengan semakin berkembangnya wisata kopi di daerah ini, kopi Tengger berpotensi menjadi ikon baru Lumajang dan sekitarnya. Bagi penikmat kopi maupun pecinta alam, menikmati secangkir kopi Tengger di lereng Semeru jelas menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. (id)

Editor : A. Nugroho
#Kopi #semeru #tengger