MALANG - Di tengah udara sejuk Malang, minuman segar selalu jadi buruan banyak orang. Salah satu yang masih eksis hingga kini adalah es doger, minuman tradisional yang berhasil memikat lidah warga Malang.
Dengan paduan ketan hitam, tape singkong, kelapa muda, roti, mutiara, serta sirup manis dan susu, es doger menghadirkan rasa manis gurih yang khas dan selalu bikin rindu.
Es Doger Samyus
Es Doger Samyus menjadi salah satu pilihan segar di Kota Malang, terutama bagi mahasiswa dan anak muda yang mencari minuman manis dengan harga terjangkau. Berlokasi di Gading Kasri, Klojen. Jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Ciri khas Es Doger Sam Yus adalah isian lengkap mulai dari ketan hitam, tape singkong, kelapa muda, roti, mutiara, hingga es krim yang membuat rasanya semakin nikmat.
Selain es doger original, tersedia juga berbagai varian menarik seperti Es Doger Orbig dengan ukuran lebih besar, Es Doger Durian untuk pecinta buah durian, hingga Es Doger Suklat dengan tambahan rasa cokelat.
Harga yang ditawarkan pun sangat ramah di kantong. Perpaduan rasa segar, manis, dan gurih membuat Es Doger Samyus selalu jadi favorit untuk melepas dahaga di tengah cuaca Malang yang sejuk.
Es Doger Panjang Umur
Es Doger Panjang Umur di daerah Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang dengan jam operasional mulai dari pukul 11.00 hingga 16.00 WIB.
Es doger ini menjadi salah satu destinasi segar yang banyak diminati warga sekitar. Berada di lokasi yang cukup strategis, tempat ini menawarkan es doger dengan isian lengkap durian.
Rasanya manis, gurih, sekaligus menyegarkan, sangat cocok dinikmati di siang hari atau saat bersantai bersama teman.
Harga yang ditawarkan juga cukup ramah di kantong, yakni 10.000 per porsi sudah mendapatkan es doger durian yang nikmat.
Dengan cita rasa khas dan lokasi yang mudah dijangkau, Es Doger Green di Puncak Yamin pun menjadi salah satu alternatif kuliner segar yang sayang untuk dilewatkan di Malang.
Dengan harga yang ramah di kantong dan varian isian yang beragam, es doger tak hanya sekadar pelepas dahaga, tapi juga menjadi bagian dari kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.
Tidak heran jika minuman sederhana ini terus bertahan dan tetap dicintai lintas generasi, baik oleh warga lokal maupun pengunjung dari luar kota. (nae)
Editor : A. Nugroho