MALANG RAYA - Gethuk lindri, jajanan tradisional berbahan dasar singkong, masih menjadi favorit banyak orang karena rasanya yang manis sederhana namun bikin rindu.
Di Malang Raya, tepatnya Malang dan Batu, ada beberapa penjual gethuk lindri yang masih setia menjaga cita rasa khasnya. Berikut dua tempat yang bisa jadi pilihan untuk menikmati jajanan murah meriah ini.
Gethuk Lindri Cak Budi
Berlokasi di gang Jalan Bunga Vinolia, tepat di sela-sela laundry, gethuk lindri ini cukup mudah dikenali oleh warga sekitar.
Setiap Selasa hingga Sabtu mulai pukul 07.00 WIB, Cak Budi sudah membuka lapaknya dengan tampilan gethuk berwarna-warni yang menarik perhatian.
Dengan harga hanya dua ribu rupiah, siapa pun bisa membawa pulang camilan manis ini tanpa harus merogoh kocek dalam.
Tidak hanya murah, gethuk Cak Budi juga dikenal punya rasa yang lembut dengan taburan kelapa parut gurih yang pas
Banyak pembeli yang rela datang pagi karena jajanan ini cepat habis dalam waktu singkat.
Suasana gang yang sederhana justru menambah kesan khas jajanan tradisional yang autentik, seakan membawa kembali memori masa kecil.
Gethuk Lindri Brantas
Di Kota Batu, tepatnya di Jalan Brantas dekat pasar kecil, ada penjual gethuk lindri yang juga cukup terkenal.
Setiap pagi mulai pukul 05.30 WIB, pedagang ini sudah siap dengan tampilan gethuk sederhana yang dijajakan di dekat keramaian pasar.
Dengan harga seribuan saja, jajanan ini jadi incaran warga setempat maupun wisatawan yang mampir.
Keunikan dari gethuk di sini adalah kesederhanaannya yang tetap bertahan di tengah ramainya kuliner modern di Batu.
Rasa manis alami dari singkong berpadu gurihnya kelapa membuat banyak orang mengingat cita rasa masa lalu. Karena cepat habis, pembeli biasanya harus datang pagi agar tidak kehabisan jajanan tradisional legendaris ini.
Baik di Malang maupun Batu, gethuk lindri tetap hadir sebagai camilan sederhana yang penuh nostalgia.
Dari Cak Budi dengan warna-warni khasnya hingga penjual di Jalan Brantas yang mempertahankan kesederhanaan, keduanya sama-sama menghadirkan manis tradisional yang tak lekang oleh waktu. (nae)
Editor : A. Nugroho