Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelajahi Lokasi Syuting Film Sekawan Limo, dari Ranu Gumbolo hingga Agrowisata Dillem Wilis yang Wajib Warga Malang Tahu

A. Nugroho • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:00 WIB
LOKASI FILM: Pemandangan Ranu Gumbolo di Tulungagung yang menjadi salah satu lokasi syuting film Sekawan Limo. Keindahan alamnya menarik perhatian wisatawan dan pencinta film lokal.
LOKASI FILM: Pemandangan Ranu Gumbolo di Tulungagung yang menjadi salah satu lokasi syuting film Sekawan Limo. Keindahan alamnya menarik perhatian wisatawan dan pencinta film lokal.

 

 

MALANG – Setelah tayangnya film Sekawan Limo yang sebagian besar diambil di wilayah Jawa Timur, sejumlah lokasi wisata yang muncul dalam film tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan. Tak hanya karena keindahannya, tetapi juga karena pesona alamnya yang autentik dan suasananya yang menenangkan.

Bagi warga Malang yang ingin berlibur singkat tanpa harus ke luar provinsi, tiga lokasi wisata berikut bisa jadi pilihan tepat. Lokasi-lokasi ini bukan sekadar latar film, tapi juga destinasi wisata alam yang menyimpan cerita sejarah dan keindahan khas pedesaan Jawa Timur.

Mulai dari danau alami di tengah hutan pinus, perbukitan indah di Trenggalek, hingga perkebunan kopi peninggalan Belanda, berikut tiga lokasi wisata dari film Sekawan Limo yang patut kamu kunjungi.

1. Ranu Gumbolo – Danau Cantik di Tengah Hutan Pinus Tulungagung

Menikmati wisata lokasi syuting Sekawan Limo bisa dimulai dari Ranu Gumbolo, destinasi alam di Tulungagung yang menawarkan pemandangan danau alami dikelilingi hutan pinus. Tempat ini sempat viral karena keindahannya yang disebut-sebut mirip Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru.

Ranu Gumbolo berada di Desa Bantengan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Danau ini merupakan bagian dari aliran Waduk Wonorejo dan dibuka untuk wisata sejak tahun 2016. Dulunya, kawasan ini hanya digunakan untuk irigasi sebelum kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.

Pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas, mulai dari menjajal wahana air seperti perahu bambu dan sepeda air, bersantai di hutan pinus dengan hammock, hingga memacu adrenalin lewat wahana flying fox yang melintas di atas danau. Tak hanya itu, ada juga gardu pandang untuk menikmati panorama danau dari ketinggian, serta area perkemahan bagi yang ingin bermalam di bawah langit berbintang.

Harga tiket masuknya pun terjangkau, Rp 6.000 saat weekday dan Rp 8.000 di akhir pekan, ditambah biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Dengan udara sejuk dan suasana tenang, Ranu Gumbolo cocok untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

2. Bukit Tunggangan – Panorama Puncak Trenggalek yang Eksotis

Selanjutnya, ada Bukit Tunggangan di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata puncak dengan panorama pegunungan yang indah.

Trenggalek yang dijuluki Bumi Menak Sopal memiliki topografi berbukit dan dikelilingi pegunungan, menjadikan Bukit Tunggangan sebagai potret alam yang masih alami. Dari puncak, pengunjung dapat melihat hamparan hijau dan lanskap pedesaan yang memanjakan mata.

Jika berangkat dari Tulungagung, jarak menuju Bukit Tunggangan sekitar 18 kilometer dengan waktu tempuh 30 – 40 menit menggunakan sepeda motor. Lokasi ini cocok untuk kamu yang ingin menikmati suasana tenang di alam terbuka tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

3. Agrowisata Dillem Wilis – Jejak Kopi Peninggalan Belanda

Selain pegunungan dan danau, film Sekawan Limo juga menampilkan nuansa sejarah lewat latar Agrowisata Dillem Wilis di Trenggalek. Tempat ini dulunya merupakan perkebunan kopi peninggalan Belanda yang masih menyimpan bangunan pabrik pengolahan kopi tua peninggalan tahun 1929.

Terletak di Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, kawasan ini berada di lereng Gunung Wilis dan memiliki sisa-sisa pohon kopi tua yang sebagian masih berproduksi. Dari biji kopi inilah lahir Kopi van Dilem yang legendaris di kalangan pecinta kopi lokal.

Selain belajar sejarah, pengunjung juga bisa menikmati suasana pedesaan yang sejuk dengan latar pabrik kuno dan hamparan kebun kopi. Tempat ini cocok bagi kamu yang ingin menikmati wisata edukatif sekaligus bersantai dengan aroma kopi segar khas Trenggalek.

Dari danau hingga perkebunan tua, lokasi-lokasi syuting Sekawan Limo tak hanya menarik di layar lebar, tapi juga memikat ketika dikunjungi langsung. Bagi wisatawan dari Malang, perjalanan menuju Tulungagung atau Trenggalek bisa ditempuh dalam waktu 3 – 4 jam, menjadikannya pilihan ideal untuk liburan akhir pekan dengan nuansa alam dan sejarah yang kental. (id)

Editor : A. Nugroho
#tulungagung #trengalek #Sekawan Limo