MALANG - Kota Batu dan Malang memang punya pesonanya sendiri. Selain udara yang sejuk dan pemandangan alam yang memanjakan mata, dua kota ini juga menyimpan banyak tempat ngopi dengan nuansa vintage yang menenangkan. Bagi pecinta suasana klasik dan hangat, menikmati kopi di kafe berkonsep retro bisa jadi cara terbaik untuk melepas penat sekaligus bernostalgia.
Bukan cuma dekorasinya yang memikat, tapi juga nilai-nilai yang diusung tiap tempat, mulai dari konsep ramah lingkungan, desain estetik penuh tanaman, hingga pelayanan yang humanis. Berikut tiga rekomendasi kafe bergaya vintage yang wajib kamu kunjungi saat main ke Batu dan Malang.
- Retrorika – Coffee Bar & Resto
Alamatnya berada di Daerah Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Buka setiap hari pukul 10.00 - 22.00 WIB. Retrorika jadi destinasi wajib kalau kamu ingin merasakan nuansa rumah kebun dengan sentuhan retro yang hangat. Begitu masuk, kamu akan disambut tata ruang penuh anggrek, kaktus, dan tanaman tropis yang membuat suasana terasa adem dan menyegarkan. Uniknya, Retrorika benar-benar menerapkan konsep nol sampah, bahkan tisu diganti dengan lap kain lucu dan kemasan take-away-nya menggunakan besek bambu yang ramah lingkungan.
Meski dulu sempat dikenal dengan pelayanan yang agak cuek, kini suasananya jauh lebih bersahabat, stafnya ramah dan sopan, membuat pengunjung betah berlama-lama. Beberapa pegawai yang sudah lanjut usia juga ikut bekerja di sini, memberi nilai plus karena tempat ini memberdayakan semua kalangan. Saat malam berkabut, atmosfernya terasa magis seperti adegan film Ghibli. Sambil makan enak dengan harga terjangkau dan menikmati kolam ikan di tengah taman, kamu akan merasa seperti sedang pulang ke rumah masa lalu yang penuh kedamaian.
- MORSTEIN.CO
Berada di Jl. Mahakam No. 1, Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Buka setiap hari pukul 09.00 - 00.00 WIB. MORSTEIN.CO adalah salah satu hidden gem vintage di tengah Kota Malang. Suasananya cozy, temaram, dan cocok untuk kamu yang suka nongkrong santai sambil nugas. Setiap meja punya colokan, Wi-Fi kencang, dan toilet yang bersih, fasilitas sederhana tapi bikin betah. Salah satu menu favorit pengunjung adalah Lyberry, minuman segar yang jadi teman sempurna untuk sore hari.
Kesan klasiknya terasa dari furnitur kayu dan interior yang simpel namun estetik. Harga menu di sini juga tergolong terjangkau, dengan cita rasa kopi yang cukup kuat dan khas. Kalau beruntung, kamu bisa melihat kereta lewat dari jendela, menambah nuansa nostalgia yang jarang ditemukan di kafe modern. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin ngopi sambil menyepi dari hiruk pikuk kota.
- Kedai Kopi Sriwedari
Terletak di Jl. Brigjend Slamet Riadi No. 147C, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Buka setiap hari pukul 08.00–01.00 WIB. Kedai Kopi Sriwedari punya daya tarik khas, nuansa jadul yang hidup kembali lewat interiornya. Radio lawas, piringan hitam, hingga deretan buku tua jadi penghias sudut ruang yang membawa kita pada suasana klasik penuh kenangan. Harga menunya sangat terjangkau, bahkan saking murahnya, banyak pelanggan yang datang hampir setiap hari untuk nongkrong atau mengerjakan tugas.
Tempat ini juga sering mengadakan event seru, dan suasananya berubah total saat malam, meriah tapi tetap hangat. Di luar acara, Sriwedari tetap nyaman untuk membuka laptop atau sekadar ngobrol santai. Tak heran, banyak mahasiswa menjadikan tempat ini basecamp favorit karena selain murah dan enak, juga punya vibes vintage hidup yang sulit ditandingi.
Dari taman asri di Retrorika, hingga interior klasik Sriwedari dan kehangatan MORSTEIN.CO, setiap kafe ini punya caranya sendiri menghadirkan nostalgia di tengah kesibukan zaman modern. Kesan vintage di sini bukan sekadar dekorasi, tapi juga tentang suasana, keramahan, dan pengalaman yang tulus.
Kalau kamu mencari tempat untuk menenangkan pikiran atau sekadar berbincang santai, tiga kafe ini bisa jadi pilihan sempurna. Batu dan Malang memang selalu tahu caranya memeluk pengunjung lewat secangkir kopi dan kehangatan yang sederhana. (fr)
Editor : A. Nugroho