RADAR MALANG – Bagi warga Surabaya, pagi rasanya belum lengkap tanpa sepiring nasi pecel. Paduan sayur rebus segar, sambal kacang gurih, dan rempeyek renyah jadi kombinasi yang tidak pernah gagal membangunkan selera. Hidangan tradisional khas Jawa Timur ini bukan sekadar makanan, tapi juga bagian dari rutinitas pagi yang menenangkan.
Tak heran, banyak warung pecel legendaris di Surabaya yang setiap paginya diserbu pelanggan. Mulai dari yang berada di tengah kota hingga di gang kecil, semuanya menawarkan cita rasa otentik yang sudah diwariskan lintas generasi. Berikut tiga tempat nasi pecel terbaik di Surabaya yang selalu jadi buruan pencinta kuliner lokal.
Nasi Pecel Bambu Runcing Bu Wuri
Berdiri sejak tahun 1997, Nasi Pecel Bambu Runcing Bu Wuri jadi salah satu destinasi sarapan paling populer di Surabaya. Setiap paginya, aroma sambal kacang yang gurih menyeruak dari warung sederhana yang berada di Jl. Embong Ploso No. 1, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya. Bumbu pecelnya kental dan harum, disajikan bersama sayur segar, tempe goreng, dan rempeyek kacang yang gurih.
Porsinya pas untuk sarapan, tidak terlalu berat tapi tetap mengenyangkan. Lauk tambahannya pun variatif, mulai dari telur, tahu, hingga ayam goreng. Harga satu porsi dibanderol sekitar Rp 10.000, tergantung pilihan lauk.
Warung ini buka mulai pukul 07.00 sampai sekitar pukul 14.00 siang. Karena lokasinya strategis di pusat kota, pengunjung biasanya memadati tempat ini sejak pagi hari. Datang lebih awal adalah langkah terbaik agar tidak kehabisan.
Nasi Pecel Bu Djoyo
Kalau ingin menikmati nasi pecel dengan bumbu kacang kental dan rasa pedas yang mantap, mampirlah ke Nasi Pecel Bu Djoyo. Warung yang berlokasi di Jl. Pandegiling No. 318A, Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, ini sudah terkenal sejak lama sebagai salah satu pecel paling otentik di Surabaya.
Sambalnya dibuat dari kacang tanah sangrai dan cabai rawit merah, memberikan sensasi pedas yang nikmat tanpa menghilangkan rasa gurihnya. Lauknya melimpah, ada empal, telur ceplok, hingga rempeyek udang. Seporsinya dihargai mulai Rp 10.000 saja, tapi sudah cukup membuat perut kenyang.
Warung ini buka pagi sekali, sekitar pukul 06.00 sampai pukul 09.00. Tak heran jika antrean selalu panjang karena pelanggan rela datang lebih awal demi sepiring pecel legendaris ini.
Pecel Suzanna Kertajaya
Berbeda dari dua sebelumnya, Pecel Suzanna Kertajaya justru populer sebagai tempat sarapan dini hari. Warung yang berada di Jl. Gubeng Kertajaya XIII, Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya ini buka mulai pukul 02.00-09.00 pagi, cocok untuk yang baru pulang kerja dari shift malam.
Rasa sambalnya gurih dan sedikit manis, dengan tekstur kacang yang masih terasa di lidah. Lentho dan rempeyeknya juga renyah, menambah tekstur pada setiap suapan. Seporsi nasi pecel di sini dijual sekitar Rp 10.000, dengan tambahan lauk seperti tempe, telur, atau ayam sesuai selera.
Pecel Suzanna selalu ramai pengunjung, terutama dari kalangan pekerja malam dan mahasiswa sekitar Gubeng. Meski sederhana, rasanya konsisten dan porsinya pas untuk mengisi energi pagi hari. (ly)
Editor : A. Nugroho