MALANG – Kawasan Jalan Diponegoro di Kota Malang dikenal sebagai salah satu poros kuliner yang selalu hidup sejak pagi hingga malam. Deretan warung legendaris hingga depot rumahan menjadi daya tarik utama bagi para pemburu rasa, baik warga lokal maupun wisatawan. Beragam menu khas seperti bakso, rawon, hingga Chinese food rumahan semuanya tersedia di sepanjang jalan ini dengan cita rasa yang sudah tak diragukan lagi.
Tidak hanya menawarkan makanan lezat, tiap tempat makan di Jalan Diponegoro memiliki cerita tersendiri. Mulai dari racikan bumbu turun-temurun, proses masak yang masih tradisional, hingga suasana sederhana yang membuat pengunjung merasa dekat dengan nuansa kuliner khas Malang. Berikut rekomendasi tiga kuliner populer yang bisa kamu kunjungi di Jalan Diponegoro.
- Bakso Bakar Pak Man
Warung Bakso Bakar Pak Man yang berada di Jl. Diponegoro No. 19, Klojen buka mulai pagi hingga malam. Tempat yang tampak sederhana ini selalu ramai oleh pembeli, mulai dari warga lokal hingga wisatawan. Begitu masuk, aroma smokey dari bakso yang dibakar langsung tercium, menggoda siapa pun yang baru datang. Baksonya dibakar dengan bumbu khas yang menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, dan pedas yang meresap hingga ke dalam. Kamu juga bisa menyesuaikan tingkat pedas sesuai selera.
Selain bakso bakar, tersedia pilihan bakso kasar, bakso halus, hingga tahu yang bisa kamu ambil sebagai pendamping. Pengunjung juga bebas mengambil soun secara gratis. Kuah baksonya ringan dengan rasa gurih yang pas, cocok untuk menemani bakso bakarnya yang smoky. Meskipun tempatnya tidak luas dan hanya menerima pembayaran tunai, pengunjung tetap berdatangan karena kualitas rasanya yang konsisten sejak puluhan tahun lalu.
- Rawon Brintik Miniasih
Rawon Brintik Miniasih yang berlokasi di Jl. Diponegoro IIA No. 1, Klojen buka sejak pagi hari. Sejak berdiri puluhan tahun lalu, tempat makan ini dikenal sebagai salah satu rawon legend di Malang. Begitu disajikan, kuah rawonnya terlihat bening gelap dengan aroma bumbu yang kuat. Dagingnya empuk, potongannya besar, dan bumbunya meresap sempurna. Banyak pelanggan setia yang mengakui bahwa rawon di sini terasa lebih ringan namun tetap kaya rasa.
Selain rawon, depot ini juga menyajikan menu lain seperti soto, semur lidah, kare, hingga aneka gorengan. Otak goreng menjadi salah satu favorit pengunjung. Pelayanannya terkenal ramah dan harganya cukup terjangkau dibandingkan tempat lain. Proses memasaknya masih menggunakan arang, menjadikan aromanya semakin khas dan membuat tempat ini tetap bertahan sebagai salah satu kuliner wajib di kawasan Diponegoro.
- Depot Cendani New
Depot Cendani New yang berada di Jl. Diponegoro No. 8 buka dari siang hingga malam dan menjadi pilihan favorit pencinta Chinese food rumahan. Suasana depotnya bersih dan nyaman, dengan aroma masakan yang langsung menyambut begitu masuk. Menu andalan di sini antara lain nasi capcay dengan isian sayur melimpah dan bumbu yang gurih. Selain itu, nasi gorengnya juga terkenal lezat dengan topping yang banyak dan rasa yang tidak kalah dari restoran besar.
Depot ini dikelola oleh mantan chef hotel legendaris di Malang sehingga kualitas masakannya tidak perlu diragukan. Meskipun harganya relatif terjangkau, porsinya banyak dan mampu membuat pelanggan merasa puas. Tempatnya merupakan pindahan dari lokasi lama yang kini dibuat lebih nyaman bagi pengunjung. Bagi yang menginap di sekitar Klojen atau sekadar lewat, tempat ini wajib dipertimbangkan sebagai destinasi makan siang
Jalan Diponegoro memang tak pernah lepas dari hiruk pikuk para pecinta kuliner. Setiap sudutnya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda-beda, mulai dari masakan tradisional hingga comfort food rumahan. Kuliner yang tersaji di sini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan nostalgia lewat resep lama yang tetap dilestarikan hingga kini.
Jika kamu sedang berkunjung ke Malang atau ingin menjelajahi makanan khas dengan cita rasa legendaris, tiga rekomendasi di atas bisa jadi awal yang tepat. Dengan suasana jalan yang ramai dan pilihan makanan yang beragam, Jalan Diponegoro selalu berhasil membuat siapa pun ingin kembali mencicipi hidangan lezatnya. (fr)
Editor : A. Nugroho