Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Papeda hingga Ikan Kuah Kuning: Menjelajah Cita Rasa Indonesia Timur di Sudut Malang

Devina Agustini • Jumat, 8 Mei 2026 | 22:00 WIB
Sajian Papeda dan Ikan Kuah Kuning dengan rempah melimpah. (Tradisi Kuliner / Google)
Sajian Papeda dan Ikan Kuah Kuning dengan rempah melimpah. (Tradisi Kuliner / Google)

MALANG, RADAR MALANG - Papeda lengket yang disiram kuah ikan kuning segar hingga platter sei sapi asap khas Kupang kini mudah ditemukan di sudut Malang, seperti Waroeng Sritanjung, Pondok Sagu, Sei Mamtuaku, Binte Biluhuta, dan Widodaren.

Fenomena Experience Based Dining bertema Indonesia Timur ini berkembang pesat di Malang Raya sepanjang 2026. 

Baca Juga: Gak Perlu Ojek Lagi! Tempat Singgah Kulineran di Batu Ini Persis di Jalur Trans Jatim

Di Pondok Sagu, pengunjung disuguhi tekstur sagu yang kenyal berpadu sempurna dengan kesegaran Ikan Kuah Kuning. Dibanderol sekitar Rp25.000 hingga Rp40.000 sudah satu set lengkap. 

Waroeng Sritanjung dikenal sebagai salah satu spot kuliner di Malang yang menyajikan menu rumahan khas Indonesia Timur. Menu Andalan Ikan Bakar, Ayam Goreng/Bakar dengan sambal khas yang dibanderol antara Rp20.000 hingga Rp35.000. 

Sei Mamtuaku beraroma asap dari daging sei memberikan dimensi sensorik yang mendalam. Salah satu menunya di harga Rp 23.000 yaitu paket sambal luat mamtua.

Baca Juga: Main ke Malang? Jangan Lewatkan Sensasi Kafe Satwa Ini!

Binte Biluhuta menghadirkan sup jagung khas Gorontalo dengan perpaduan ikan cakalang, kelapa parut, dan jeruk nipis yang menghasilkan sensasi gurih-asam seimbang. Rentang harga porsi tunggal biasanya Rp10.000–Rp15.000, tetap dengan posisi “murah di kantong” sehingga cocok untuk mahasiswa dan keluarga.

Widodaren merupakan salah satu destinasi kuliner Indonesia Timur di Malang yang menawarkan kelezatan Coto Makassar yang autentik. Satu Porsi Coto Makassar: Berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000, tergantung pada pilihan isian apakah hanya daging atau campuran dengan jeroan. 

Sebelumnya, Malang dikenal lebih kuat dengan kuliner khas Jawa Timur seperti rawon, sate, bakso, dan tahu campur.

Kehadiran deretan restoran Indonesia Timur menambah dimensi baru kota ini kini menjadi “peta kecil” cita rasa Nusantara yang merangkul wilayah yang selama ini kurang terdengar di koridor utama kuliner.

Baca Juga: Cuma di Sini! 4 Wisata Kuliner 'Vibe' Sultan Harga Rakyat di Sepanjang Rute Trans Jatim Malang

Editor : Aditya Novrian
#papeda #sei #makanan khas timur #kuliner viral malang #ikan kuah kuning