Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cwie Mie Battle: Kedai Legendaris vs Pendatang Baru, Siapa Juaranya?

Devina Agustini • Sabtu, 9 Mei 2026 | 04:00 WIB
Sajian Cwie Mie yang lezat dengan taburan ayam suwir. (FinnaFood / Google)
Sajian Cwie Mie yang lezat dengan taburan ayam suwir. (FinnaFood / Google)

MALANG, RADAR MALANG - Di Malang, cwie mie kini menjadi ajang “battle” tersendiri antara depot legendaris seperti Depot Kayutangan dan pendatang baru populer seperti Hot Cwie Mie Kawi Atas, keduanya menawarkan mie ayam khas Malang dengan kuah ringan, ayam cincang, dan pangsit renyah.

Kedua kedai ini menjadi rujukan utama wisatawan yang mencari perpaduan tekstur mie halus dengan taburan ayam gurih yang autentik di jantung Kota Malang Raya. 

Baca Juga: Kuliner Khas Malang yang Bikin Ketagihan! Berikut Daftar Lokasi dan Harganya

Depot Kayutangan, yang berdiri sejak era kolonial, mempertahankan resep mie pipih dengan topping ayam halus yang kering. Penggunaan bawang goreng asli dan minyak ayam tradisional memberikan aroma aromatik yang kuat. Depot Kayutangan berlokasi di Jalan Kahuripan No. 18, Kayutangan, Kecamatan Klojen, Malang, dengan konsep depot sederhana bernuansa vintage yang kerap dijadikan spot foto di depan kaca kedai.

Hot Cwie Mie Kawi memikat pelanggan melalui inovasi mangkuk pangsit yang bisa dimakan. Variasi topping mulai dari jamur hingga bakwan memberikan pengalaman rasa yang lebih kompleks dan beragam bagi para penikmat kuliner.  Hot Cwie Mie Kawi berlokasi di Jalan Kawi Atas No. 43, Ruko Blok A–B, Malang, dan dikenal lewat label “Hot Cui Mie” dengan rating sekitar 4,5 dari lebih 3.600 ulasan di platform review.

Baca Juga: Wisata Kuliner Malang Raya yang Wajib Dicoba 2026 Cukup dengan Naik Trans Jatim

Dengan kisaran harga Rp18.000 hingga Rp35.000, kedua tempat ini membuktikan bahwa kualitas bahan baku adalah kunci utama untuk bertahan. 

Meski keduanya memiliki penggemar kuat, terdapat beberapa kritik yang muncul. Pada jam ramai, tekstur mie di beberapa sajian Hot Cwie Mie Kawi dinilai kurang stabil karena terlalu matang akibat efek hot plate. Sebaliknya, Depot Kayutangan dianggap terlalu bermain aman sehingga kurang menawarkan inovasi visual maupun variasi menu bagi generasi muda yang terbiasa dengan tampilan kuliner modern. 

Namun secara keseluruhan, kedua tempat tersebut menunjukkan bahwa cwie mie tetap menjadi ikon kuliner Malang yang mampu bertahan lintas generasi. Perpaduan resep klasik, teknik sederhana, dan adaptasi modern membuat cwie mie terus relevan serta memiliki daya tarik kuat di tengah tren makanan viral yang cepat berubah. 

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Ikan di Malang, Segar dan Bumbu Meresap!

Editor : Aditya Novrian
#depot kayutangan #hot cwie mie kawi #cwie mie malang