Strategi harga ini menjadi solusi utama di tengah kenaikan biaya hidup, dengan pilihan menu mulai dari ayam goreng hingga bakso autentik yang tetap menjaga kualitas rasa tradisional.
Baca Juga: Battle Omakase Malang: Pengalaman Mewah Pasar Klojen vs Maguro Ya, Siapa yang Paling Worth It?
Warung Mbok Yo menyajikan nasi campur best seller dengan 30+ menu masakan lengkap lauk pauk cuma Rp10.000. Menawarkan menu rumahan dengan lauk sederhana namun memiliki rasa gurih khas masakan dapur tradisional Jawa. Aroma bawang goreng dan sambal matang menjadi daya tarik utama.
Bakso Djenggot Cak Malik di Jl. Trunojoyo No.40 Klojen menyajikan bakso dengan cabe yang "royal pol langsung disiram kuah" dan buka setiap hari 10.00-22.00 WIB. Bakso Djenggot menjadi pelengkap daftar karena kuah kaldunya terasa pekat meski harga masih tergolong murah untuk porsi besar.
Baca Juga: Kuah Gurih Menggoda! Rekomendasi Soto Tangkar Autentik di Malang
Mie Ayam 5758 di Jl. Bandung sebelah Lawson buka 08.00-17.00 WIB dengan harga Rp10.000 per porsi yang sudah jadi primadona sejak lama. Menghadirkan tekstur mie kenyal dengan topping ayam manis gurih yang dimasak menggunakan teknik slow-cook sehingga bumbu lebih meresap.
Nimas Fried Chicken di Jl. Cengkeh No.15 depan Kettel Coffee menawarkan ayam crispy dada mulai Rp9.000 dan paket geprek jumbo cuma Rp10.000. Menyajikan ayam krispi berbumbu lokal dengan lapisan tepung tipis sehingga tekstur daging tetap juicy.
Kopitiam Tugas Negara di Jl. Trunojoyo No.23 Klojen menawarkan konsep kopitiam estetik dengan kisaran harga Rp25.000-50.000 per orang dan buka 07.00-22.00 WIB. Kopitiam Tugas Negara menawarkan konsep jadul dengan menu roti bakar dan kopi susu yang memiliki karakter pahit ringan serta aroma robusta cukup dominan.
Tren kuliner murah ini menunjukkan bahwa Kota Malang masih menjadi salah satu destinasi wisata kuliner ramah kantong yang layak dijelajahi, terutama bagi pemburu makanan autentik dengan budget terbatas.
Disarankan bagi pengunjung untuk datang lebih awal guna menghindari antrean panjang yang sering terjadi di jam-jam sibuk.
Editor : Aditya Novrian