Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ini Alasan Wisatawan Mancanegara Kunjungi Candi Kidal Malang

Indah Mei Yunita • Selasa, 2 Juni 2026 | 15:26 WIB
Candi Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang.
Candi Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang.

 

TUMPANG – Tahun ini, kunjungan Candi Kidal semakin ramai. Dalam kurun lima bulan ini setidaknya ada 3.500 wisatawan. Jika dirata-rata, setiap bulannya ada 700 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Juru Pelihara Candi Kidal Mulyanto menyampaikan, kunjungan berasal dari berbagai kalangan. Mulai pelajar dan mahasiswa, wisatawan umum, hingga umat Hindu yang menjalankan ibadah.

“Misalnya saat Hari Raya umat Hindu, mereka datang untuk sembahyang di candi,” ujar Mulyanto kemarin (1/6).

Saat hari biasa, dia melanjutkan, pelajar dan mahasiswa banyak berkunjung untuk outing class. Dia menyebut, dari 700 kunjungan tersebut, 300 kunjungan biasanya dari siswa-siswi untuk belajar sejarah. Mereka berasal dari berbagai kota. Mulai lokal Malang Raya hingga luar kota seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Palembang.

“Kalau kunjungan dari wisatawan mancanegara, setidaknya ada 50 orang dalam satu bulan,” imbuhnya.

Pantauan wartawan koran ini kemarin (1/6), wisatawan memanfaatkan hari libur di candi yang terletak di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang tersebut. Ada yang sekadar foto-foto, yang piknik bersama keluarga, hingga bersantai di taman candi. Sedangkan untuk wisatawan asing ingin menambah wawasan sehingga mengajak tour guide. “Untuk tour guide, biasanya wisatawan membawa sendiri. Namun, kami sebagai juru pelihara juga siap menjelaskan jika wisatawan ingin mengetahui tentang candi ini,” kata dia.

Jika ditotal, hingga dari pagi hingga siang hari, Mulyanto menyebut, ada 30 orang yang berkunjung dan mengisi daftar hadir. Jumlah tersebut tidak termasuk warga setempat yang ingin main ke candi. Setiap pengunjung memang bebas beraktivitas, asalkan tetap menjaga kebersihan dan kesopanan.

Selain itu, dia mengatakan, pengunjung juga dilarang naik ke ruangan candi kecuali untuk keperluan spiritual. Sebagai informasi, candi yang diduga ditemukan sejak 1248 Masehi itu banyak menyimpan cerita tentang Indonesia. Termasuk relief garudeya yang dijadikan motif batik khas Kabupaten Malang.

Berdasar Informasi Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (INCAR), Candi Kidal berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi berukuran sekitar 8,36 meter. Bangunan candi terbuat dari batu andesit. Sedangkan bagian fondasi, batur, dan kaki terbuat dari bata. Di setiap sudut kaki dan sudut penampil masing-masing dihiasi dengan sebuah arca singa.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#wisatawan asing #wisata malang #candi kidal