Situs Petirtaan Ngawonggo Sedot Ribuan Pengunjung

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 16:02 WIB
DESTINASI ALAM: Seorang pengunjung mengabadikan salah satu spot di wisata Petirtaan Ngawonggo, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan.
DESTINASI ALAM: Seorang pengunjung mengabadikan salah satu spot di wisata Petirtaan Ngawonggo, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan.

TAJINAN, RADAR MALANG – Situs Petirtaan Ngawonggo di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan berhasil memikat ribuan pengunjung. Setidaknya ada 500-1000 pengunjung per bulan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Juru Pelihara Situs Petirtaan Ngawonggo Rahmad Yasin mengatakan, di lingkungan situs juga terdapat Tomboan Ngawonggo yang menjadi daya tarik wisatawan. Supaya wisatawan dapat menikmati suasana religius, pihaknya membatasi. Setiap wisatawan diwajibkan reservasi terlebih dahulu.

WISATAWAN: Pengunjung memasuki area petirtaan ngawonggo, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan.
WISATAWAN: Pengunjung memasuki area petirtaan ngawonggo, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan.

“Tadi (Jumat, 31/7) ada pengunjung dari China yang datang ke sini, tetapi kami sedang libur. Kami sarankan untuk reservasi saja,” kata Yasin.

Destinasi tersebut memang tutup setiap Kamis. Namun pada hari lainnya, buka mulai pukul 09.00. “Tempat ini (Tomboan Ngawonggo) sudah menjadi jujukan orang. Situs petirtaannya juga mampu menggaet wisatawan dengan minat khusus ranah budaya. Karena di sini mengusung budaya kearifan lokal,” imbuhnya.

Pihaknya memberlakukan tata tertib khusus untuk wisatawan. Salah satunya harus melepas alas kaki. Kemudian bagi perempuan yang sedang menstruasi, dilarang memasuki area situs.

Baca Juga: Over the Looks Bazaar Vol. 5 Dikerumuni Pengunjung, Hadirkan 52 Brand Lokal di MOG Malang

Ke depan, dia mengatakan, tempat wisata yang menjadi salah satu destinasi Desa Wisata Ngawonggo itu bakal mendapat pendampingan dari pemerintah. Supaya pengelolaannya lebih tertata. Jika tidak ada aral, pendampingan tersebut sekaligus persiapan Desa Wisata Ngawonggo dalam ajang Wonderful Indonesia Award tahun depan. Pendampingan di berikan oleh East Java Ecotourism yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang.

Dalam pengembangan desa wisata, menurutnya masih perlu peningkatan kelembagaan atau administrasi, SDM, sekaligus sistem kepengurusannya. Sarana, prasarana, sekaligus infrastruktur juga perlu dikembangkan lagi supaya lebih tertata.

Baca Juga: Bedengan Kembali Ramai, Wisata Grill dan Burger River Jadi Favorit Pengunjung

Sebagai desa wisata, dia melanjutkan, butuh memberi pengalaman “tinggal di desa” kepada wisatawan. Sehingga tidak hanya di Tomboan Ngawonggo, tapi para wisatawan juga bisa berkeliling desa tersebut. Misalnya ke UMKM yang memproduksi tahu, suling, anyaman, dan sebagainya. Termasuk ke Pasar Ngawonggo. “Kalau ada (wisatawan) yang meminta tour keliling desa, kadang juga kami temani,” pungkas Ketua Pokdarwis Ngawonggo periode 2019 2025 itu.(yun/dan)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Situs Petirtaan Tomboan Ngawonggo UMKM disparbud