Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Target PAD Kota Malang 2025 Tembus Rp 1,1 Triliun

Bayu Mulya Putra • Selasa, 16 Juli 2024 | 17:10 WIB

 

Infografik Proyeksi Pendapatan Daerah 2025.
Infografik Proyeksi Pendapatan Daerah 2025.

Optimistis Terpenuhi karena Ada Tambahan Objek Pajak

MALANG KOTA - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang ditarget naik Rp 130 miliar pada 2025.

Dari tahun ini sebesar Rp 970 miliar, menjadi Rp 1,1 triliun pada tahun depan.

Estimasi itu diketahui pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2025, kemarin.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat optimistis kenaikan target PAD bisa dipenuhi.

Sebab, pada tahun depan ada tambahan satu objek pajak.

Yakni pajak kendaraan bermotor (PKB).

”Dari situ ada penambahan pendapatan cukup lumayan. Kemarin sudah ada surat dari gubernur terkait penambahan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor,” terang Wahyu.

Secara rinci, target PAD tersebut diproyeksikan dari pajak daerah senilai Rp 1,006 triliun.

Kemudian retribusi daerah Rp 63,77 miliar dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 32,215 miliar.

Serta lain-lain pendapatan asli daerah yang sah senilai Rp 78,136 miliar (selengkapnya baca grafis).

”Untuk KUA-PPAS ini kan masih secara umum. Selanjutnya, kami akan melihat bagaimana perkembangannya pada APBD Perubahan 2024,” sambung Wahyu.

Dia menjelaskan, perolehan PAD Kota Malang tahun 2024 bisa memengaruhi proyeksi PAD pada 2025.

”Setelah kami mengetahui kondisi di APBD perubahan, kemudian kami akan menyusun RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2025. Di situ akan dibahas lebih rinci dan teknis,” papar pejabat berusia 57 tahun itu.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, pada tahun 2025, Pemkot Malang tidak akan menganggarkan dana untuk Pemilihan Umum (Pemilu) seperti di tahun ini.

Dengan begitu, penganggaran bisa lebih fokus untuk program prioritas lain.

”Terkait pembangunan infrastruktur akan kami sesuaikan. Tapi yang jelas patokan dasarnya adalah RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah),” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengaku masih akan mempelajari proyeksi APBD yang diusulkan Pemkot Malang kemarin.

Nanti, perlu ada penajaman dalam rapat dengan tim anggaran eksekutif.

”Target pendapatan memang berpeluang meningkat, tapi kami akan bahas dulu dengan pemkot. Ini baru penyampaian,” tutur Arief.

Secara umum, dia optimistis pendapatan daerah pada tahun depan bakal meningkat.

Sebab, tren untuk itu sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Ditambah lagi pada tahun depan bakal pada objek pajak baru. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#target #Kota Malang #PAD (Pendapatan Asli Daerah)