Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hotel di Malang Pangkas Pengeluaran, Karyawan Cuti tanpa Gaji

Bayu Mulya Putra • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:31 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 

MALANG KOTA - Efek dari efisiensi belanja pemerintahan mulai dirasakan pengelola hotel sejak bulan Februari. Sejumlah upaya dilakukan untuk menekan biaya operasional harian. Salah satunya dengan menerapkan skema cuti karyawan tanpa gaji.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mencatat, paling tidak 10 persen dari karyawan hotel mengalami cuti tanpa gaji.

Paling parah terjadi pada bulan April. Mayoritas pekerja yang dipersilakan cuti umumnya di bagian layanan.

”Yang dikurangi karyawan harian, istilahnya daily worker, masuk kerja sesuai kebutuhan atau saat ada event saja,” ujar Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki.

Jumlahnya tidak sampai 100 orang. Saat ini, Agoes menyebut bahwa sebagian hotel sudah mulai mengaktifkan karyawannya lagi.

Belanja pemerintah untuk kegiatan di hotel selama ini memang cukup tinggi. Saat ada efisiensi, tentunya berpengaruh terhadap okupansi hotel yang ikut menyusut. Sementara biaya operasional tetap tinggi.

Di tempat lain, General Manager The Alana Malang Sistho A. Sreshtho menuturkan, kebijakan pemangkasan pengeluaran tiap hotel berbeda-beda. Namun, biasanya seluruh staf hotel memang mendapatkan jatah cuti tidak berbayar.

”Awal-awal penerapan efisiensi, ada yang sampai tujuh hari dirumahkan,” ujar Sistho.

Beberapa hanya diberi waktu cuti lima hari. Namun saat ini, penggunaan karyawan sudah berangsur-angsur pulih.

Menurut Sistho, saat ini hotel-hotel harus pandai mencari sumber bisnis lain. Tidak hanya bergantung pada market government. Namun harus merambah ke market leisure (wisatawan) dan corporate (perusahaan).

Disinggung terkait adanya event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, dia menyebut bahwa dampaknya belum cukup terasa.

”Karena budget tamu juga terdampak efisiensi. Jadi rata-rata yang banyak dipesan hotel bintang dua dan tiga,” lanjut Sistho.

Beberapa tamu juga mulai memesan di tempatnya, namun masih lebih banyak pemesan di hotel bintang dua dan tiga. Menurut Sistho, tamu yang memesan hotel bintang empat dan lima hanya para petinggi atau pelatih karena jumlahnya lebih sedikit. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#PHRI #gaji #hotel #Karyawan #Kota Malang