Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Respons Bupati Malang untuk Proyek UB Kepanjen

M
Penulis: Mahmudan❯

KAMPUS BARU: Alat berat melakukan perataan dan pemadatan lahan di proyek pembangunan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kepanjen kemarin.
KAMPUS BARU: Alat berat melakukan perataan dan pemadatan lahan di proyek pembangunan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB), Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kepanjen kemarin.


Advertisement

 

KEPANJEN – Pembangunan gedung Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) di Kepanjen mendapat respons positif dari Bupati Malang H M. Sanusi. Orang nomor satu di Pemkab Malang itu terus mendukung proses pembangunan tersebut demi meningkatkan kualitas pendidikan warga Kabupaten Malang. Utamanya di Malang selatan.

Sebab, dengan adanya UB Kepanjen, dia mengatakan, akses pendidikan tinggi negeri menjadi lebih dekat dan mudah. “Sekarang ini akses pendidikan tinggi di Malang selatan semakin banyak,” kata orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.

Advertisement

Sehingga, anak-anak dapat melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari SMA. Tujuannya agar kualitas SDM di Kabupaten Malang meningkat dan mampu bersaing dengan putra-putri dari daerah lainnya.

Seperti diberitakan, UB Kepanjen termasuk perluasan kedua di Malang Raya setelah kampus di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Kampus di Kepanjen dibangun di lahan dengan luas sekitar 30 hektare. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan tersebut cukup besar. Yakni sekitar Rp 115 miliar.

“Selain gedung vokasi, di kampus UB Kepanjen juga akan dibangun science techno park sebagai fasilitas untuk hilirisasi hasil-hasil riset peneliti UB,” kata alumni Universitas Wolongong Australia itu.

Advertisement

Sementara berdasar informasi yang dikumpulkan, infrastruktur pendukung untuk pembangunan kampus tersebut juga menjadi perhatian. Di antaranya yakni rencana pelebaran jalan 1-2 meter ke arah timur sebagai bagian dari penyesuaian site.

Namun pelebaran jalan tersebut perlu mendapat persetujuan petani. Sebab, ada kemungkinan penataan atau pemindahan saluran tersier, serta penentuan titik pengendalian banjir. (yun/dan)

 

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Bisa Tarik Tunai di ATM dan Indomaret, Kartu Garudeya Permudah Nasabah BPR Arta Kanjuruhan

Bisa Tarik Tunai di ATM dan Indomaret, Kartu Garudeya Permudah Nasabah BPR Arta Kanjuruhan

Nasabah PT BPR Arta Kanjuruhan Pemkab Malang kini bisa mengakses uangnya dengan lebih leluasa. Lewat kolaborasi dengan Bank Permata mereka berhasil meluncurkan Corporate Debit Card ATM Garudeya

Pemkab Malang Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Dua Kelas SDN 1 Ardimulyo

Pemkab Malang Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Dua Kelas SDN 1 Ardimulyo

Pemkab Malang menganggarkan Rp 400 juta untuk merehabilitasi dua ruang kelas SDN 1 Ardimulyo pada 2026.

2.100 Guru Non-ASN di Kabupaten Malang Belum Terdata Dapodik, Ini Dampaknya

2.100 Guru Non-ASN di Kabupaten Malang Belum Terdata Dapodik, Ini Dampaknya

Sekolah membutuhkan tenaga pengajar, tetapi pembayaran honor sebagian guru non-aparatur sipil negara (non-ASN) masih terkendala pendataan. Di Kabupaten Malang, 2.100 guru non-ASN disebut belum terakomodasi dapodik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer