Informasi yang dihimpun Radar Malang di lapangan, derasnya arus sungai Brantas itu dipicu banjir bandang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. “Kejadian (ambrolnya jembatan) sekitar pukul 16.00. Debit air sungai Brantas tingginya sekitar 3 meter,” ujar Juru Pengairan Jembatan Sengkaling Prasetyo Wahyono, Kamis (4/11).
Prasetyo masih bersyukur karena kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir kiriman tersebut tidak sampai mengganggu pintu air. Sehingga, kondisi pintu air masih bisa difungsikan secara normal. “Kondisi jembatan masih bisa digunakan sebagai pintu air, bukan untuk jalan umum,” tambahnya.
Karena itu, jika ingin difungsikan kembali sebagai jalan penghubung, seluruh kerusakan harus segera diperbaiki.
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan bahwa sampai saat ini anggota masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan lokasi terdampak. “Tim masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan dampak bencana,” ucap Sadono.(cj9/dan/rmc)
Editor : Shuvia Rahma