Dalam RAT kemarin, Abdi Swasono juga menyampaikan capaian yang telah dilakukan oleh para pengurus lama. Menurut dia, pada 30 Oktober 1962 anggota koperasi hanya 23 orang sedangkan populasi sapinya hanya 35 ekor. ”Untuk produksi susu hanya 50 liter per hari. Pemasarannya ke warung-warung kecil di Pujon saja," kenangnya.
Namun sejak 1 Mei 1975 Koperasi SAE Pujon mulai bermitra dengan PT Nestle Indonesia. Dengan kerja keras dari seluruh elemen akhirnya Koperasi SAE berhasil tumbuh pesat seperti sekarang ini. Yang mana saat ini memiliki 9.424 anggota, 323 karyawan dan populasi sapi perah milik anggota 21.188 ekor lebih. “Dengan produksi susu rata-rata 121 ton per hari. Dan bahkan wabah corona tidak terdampak sama sekali terhadap produksi susu di Koperasi SAE Pujon,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Selain itu untuk omzet koperasi per tahun di angka kisaran Rp 416 miliar. Dan saat ini punya kekayaan aset sebesar Rp 105,8 miliar. “ Dan untuk sisa hasil usaha (SHU) yang dibagikan tahun 2021 yang dibagikan di RAT tahun ini mencapai Rp 3.793.214.000,” terangnya disambaut tepuk tangan para anggota.
Maka dengan capaian tersebut, Abdi telah menunjukkan kinerjanya yang sangat bagus dan mampu menyejahterakan para anggota. Terbukti lanjut dia, di masa pandemi Covid-19 produksi susu malah meningkat dan anggota tidak ada yang terdampak secara ekonomi.
Setelah memaparkan sejumlah capaian Koperasi Pujon di masa kepemimpinannya, dengan besar hati dan penuh keikhlasan Abdi meletakkan jabatannya dengan sukarela. Dia tidak mau maju lagi sebagai kandidat ketua umum. “Saya sudah tua, maka perlu regenerasi. Saya rela melepaskan jabatan ketua umum, tapi saya akan tetap menjadi anggota Koperasi SAE Pujon,” ujarnya dengan nada tegas dan penuh kemantapan.
Dia juga akan berjanji tetap memberikan dukungan demi kemajuan Koperasi SAE Pujon. “Saya mewakili pengurus lama mohon maaf bila ada kesalahan, saya menyatakan tidak maju calon pengurus, mohon maaf kepada pendukung, saya harus melepas jabatan demi kaderisasi,” tegas pria yang telah menjadi ketua sejak 1998 itu. ”Saya mohon pamit,” tutup lelaki yang aktif di Koperasi Sae Pujon sejak 1989 itu.
Sementara itu ketua umum yang baru HM Ni’am Shofi kepada koran ini menyampaikan apa yang telah dicapai di masa kepemimpinan H Abdi Swasono sangat luar biasa. Untuk itu dia berjanji akan melanjutkan dan akan terus memajukannya. Dia bertekad akan membawa Koperasi SAE Pujon menjadi koperasi yang modern. Dia juga akan melakukan digitalisasi terkait kelembagaan. “Kami juga akan mengembangkan sayap usaha selain di susu,” katanya.
Menurut dia sejumlah usaha yang akan dibidik antara lain wisata edukasi, pembangunan bengkel mobil dan berbagai pengembangan usaha lainnya. “Untuk bengkel mobil ini sebenarnya kami sudah ada unit teknisi kendaraan, nah ke depan akan sekalian dibuka bengkel,” ujar Ni’am.
Sehingga dengan berbagai variasi usaha yang dimiliki Koperasi SAE Pujon diharapkan akan menambah kesejahteraan kepada seluruh anggota. Untuk mencapai tujuan tersebut Ni’am juga berjanji untuk menjalankan roda kepengurusan dengan transparan, kebersamaan dan semangat gotong royong. Semua itu lanjut dia, semata-mata untuk kesejahteraan anggota semua.
Sementara itu, ditanya soal kesannya terpilih menjadi ketua umum koperasi, Ni’am mengatakan, semua itu atas keinginan anggota. Karena terpilihnya dia tidak melalui pilihan umum, tetapi aklamasi karena tidak ada calon lain. Semoga saya bisa sabar dan tegas serta amanah,” katanya.(lid) Editor : Mardi Sampurno