Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

KEK Singhasari Serap Investasi Rp 1,1 T

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 28 Juli 2023 | 21:00 WIB
Pekerja membangun kompleks perkantoran di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, kemarin (27/7).
Pekerja membangun kompleks perkantoran di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, kemarin (27/7).
Berdayakan 700 Tenaga Kerja, Area 44,8 Hektare Jadi Fokus Pembangunan

MALANG KABUPATEN - Perlahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari mulai menggeliat. Aktif beroperasi sejak 8 November 2022 lalu, kawasan itu sudah menyerap 700 tenaga kerja. Jumlah itu masih 10,2 persen dari total target. Sebab di proyeksi awal, kawasan yang terpusat di Desa Klampok, Kecamatan Singosari tersebut ditarget bisa menyedot 6.863 tenaga kerja. 

General Manager KEK Singhasari Kriswidyat Praswanto mengatakan, tenaga kerja di KEK Singhasari dibagi menjadi dua. Yakni tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Untuk tenaga kerja langsung, sudah ada 500 orang. ”Tenaga kerja tidak langsung antara lain tenaga magang, kontrak, dan freelance. Itu sudah menyerap sekitar 200 orang,” kata dia, kemarin (27/6).

Menurutnya, tenaga kerja tidak langsung tersebut sangat khas dengan dunia industri kreatif digital. Proyek pembangunan di lahan dengan luas 120,3 hektare itu akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama seluas 44,8 hektare, yang saat ini sedang dilaksanakan dan ditarget selesai pada 2026 mendatang.

Kemudian, pembangunan tahap dua di lahan seluas 75,5 hektare, yang akan dilanjutkan ketika pembangunan tahap satu selesai. Saat ini, serapan tenaga kerja memang masih kecil. Namun Kris optimistis mampu menyerap tenaga hingga 2.000 orang. ”Mulai 2023 ini, proyek sektor pariwisata dan pendidikan sudah mulai berjalan. Jadi, kami optimistis bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak,” imbuhnya.

Dia memprediksi bila proyeksi 6.863 tenaga kerja dapat terealisasi pada 2030, ketika KEK Singhasari benar-benar berjalan dengan maksimal. Salah satu proyek bidang pendidikan yang sudah berjalan yakni SMKN 2 Singosari, yang membuka dua kelas berbasis informasi dan teknologi (IT). Sekitar 60 siswa di sana sudah bisa menggunakan karyanya untuk dikomersilkan.

Para tenaga kerja tersebut, saat ini bekerja di kampung animasi yang termasuk dalam program quick win 3C. Yakni content, computing, dan commerce. Hingga saat ini, pengembangan yang sudah dilakukan yakni aspek content dan computing.

Dalam aspek content, terdapat cluster Singhasari Animation and Film Factory di lahan seluas 2.500 meter persegi. Rinciannya ada sembilan studio animasi, tiga studio film, dan satu perusahaan aggregator animasi dan film. Sedangkan, dalam aspek computing, terdapat pembangunan cluster Singhasari Coding Factory. Saat ini, kawasan tersebut sedang dibangun di area seluas 1.500 meter persegi. ”Ada dua perusahaan bidang IT dan satu perusahaan aggregator yang tergabung di dalamnya,” imbuh Kris.

Pengembangan cluster tersebut untuk melayani dan mengembangkan produk-produk software, aplikasi, dan sistem IT. KEK Singhasari juga telah memfasilitasi pelaku usaha yang tergabung dalam coding factory mulai dari hulu dan hilirnya. Salah satunya dengan memfasilitasi pembiayaan melalui KUR BNI.

Bila ditotal, KEK Singhasari diproyeksikan bisa menarik investasi Rp 11,92 triliun. Sejauh ini, hingga per triwulan kedua 2023, KEK Singhasari sudah mencatatkan investasi Rp 1,1 triliun ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Jumlah itu meningkat drastis, sebab di akhir 2022 lalu, investasi baru tercatat di angka Rp 276,9 miliar. Sementara angka investasi sampai triwulan I 2023 tercatat di nominal Rp 952 miliar.

Jika dipersentase, investasi yang masuk sejak awal beroperasi hingga pertengahan 2023 ini berkisar 11,55 persen dari total proyeksi. Kris mengatakan bila proyeksi investasi pada tahap pembangunan pertama belum bisa ditentukan. Sebab, perolehan investasi dipengaruhi berbagai faktor. Antara lain situasi politik, ekonomi, kepastian hukum, dan kemudahan perizinan.

”Namun, kami mencoba optimistis mampu mengundang investasi sampai Rp 3 triliun pada 2023. Kami berharap, pasca pemilu 2024, investasi menggeliat pesat,” papar dia. Sedangkan, untuk mencapai proyeksi investasi yakni Rp 11,92 triliun, pihaknya masih membutuhkan waktu 12 tahun lagi.

Jajaki Kerja Sama dengan Tiga Kampus

Untuk menambah nilai investasi, KEK Singhasari aktif bekerja sama dengan berbagai universitas. Seperti King's College London, yang rencananya akan membuka program master digital economy. Kemudian ada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan membangun Center for Future Work di lahan seluas 1,7 hektare. ”Rencana ground breaking-nya pada pertengahan semester dua tahun 2023,” ucap Kris.

Selanjutnya, Universitas Brawijaya (UB) juga akan bekerja sama untuk mengembangkan konsep Community Based Tourism (CBT), yang diawali dengan membangun teaching hotel. Saat ini sedang dilakukan studi dan penyusunan masterplan-­nya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyatakan pihak King's College London memilih Kabupaten Malang karena KEK yang memiliki bidang pendidikan hanya ada di KEK Singhasari. Kemudian, dari kesiapan yang dimiliki, KEK Singhasari memungkinkan untuk dibangun perguruan tinggi.

Sebab, di sana juga ada SMK berbasis IT yang akan bersinergi dengan SMP di Kabupaten Malang. ”Karena berkaitan antar dua negara, maka saat ini masih berproses untuk perizinannya. Semoga tahun depan sudah mulai pembangunan,” ujarnya. Bila target itu terealisasi, dia memprediksi kegiatan akademik bisa berjalan mulai September 2024.

”Pembangunannya tidak harus selesai. Hal terpenting, gedungnya bisa digunakan untuk kuliah,” imbuh Tomie. Dengan adanya kerja sama dengan salah satu dari 30 besar perguruan tinggi terbaik dunia itu, diharapkan ada peningkatan ekonomi di KEK Singhasari. ”Nanti di sekitar sana bisa ada kos-kosan,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Tomie mengakui bila pengembangan kawasan ekonomi tersebut memiliki banyak tantangan. Terlebih, pengembangannya menyangkut berbagai sektor. Seperti pariwisata, pendidikan, dan IT. ”Tantangan utamanya memang digitalisasi di semua lini dengan pemenuhan SDM unggul, serta internasionalisasi pendidikan,” imbuhnya. (yun/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#KEK Singhasari #malang