Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

User Perumahan D'Graha Artha Singosari Malang Geruduk Pengembang, Diduga Pembangunan Molor dan Bermasalah

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 18 Mei 2024 | 14:42 WIB

 

 

Banner dan kertas berisi kalimat kecaman dibentangkan user perumahan D’Graha Artha, kemarin. Diduga perumahan di Singosari Malang itu bermasalah sehingga pembangunan molor
Banner dan kertas berisi kalimat kecaman dibentangkan user perumahan D’Graha Artha, kemarin. Diduga perumahan di Singosari Malang itu bermasalah sehingga pembangunan molor

KABUPATEN - Problem di dunia properti kembali mencuat.

Kali ini datang dari Desa Langlang, Kecamatan Singosari.

Kemarin pagi (17/5), sekitar 100 user perumahan D’Graha Artha mendatangi pihak manajemen.

Salah satunya menuntut penggantian direktur PT Esa Santa Agrapana selaku pengembang.

Mereka juga menuntut adanya jadwal pembangunan dari pengembang, maksimal diserahkan 20 Mei nanti.

Samuel Teguh Santoso, Kuasa Hukum Komisaris PT Esa Santa Agrapana mengatakan, kliennya beriktikad dan berjanji menyelesaikan pembangunan.

Untuk diketahui, posisi komisaris itu ditempati Dewangga Arief Wicaksana.

”Semoga lekas ada solusi yang baik,” harap dia.

Sebelumnya, dia menyebut bila pihak pengembang meminta waktu pembangunan lagi selama 24 bulan.

Namun hal itu tak diterima oleh para user.

Mereka menuntut prosesnya dipercepat.

Senin pekan depan (20/5), Samuel menyebut bila pihaknya bakal menyampaikan progresnya.

Tanah kavling di sana memiliki luas tiga hektare.

Sementara rumah yang menunggu pembangunan lebih dari 80 unit.

Salah satu user yang kepincut membeli rumah di sana yakni Indri Yasin.

Dia melakukan pembelian pada 2022 lalu dengan harga sekitar Rp 775 juta.

 

Baliho berisi kalimat sindiran untuk pengembang perumahan D
Baliho berisi kalimat sindiran untuk pengembang perumahan D

Spesifikasi rumahnya memiliki dua lantai dengan ukuran 8 x 12 meter.

Tak ada rasa curiga waktu awal pembelian.

Sebab dia merasa sangat cocok ketika datang melihat kawasan di sana.

”Kami datangi bagus tempatnya,” kata perempuan asal Sidoarjo itu.

Sekitar Juli tahun 2023, dia diminta melakukan pelunasan.

Dia pun segera melunasi kekurangan dana sekitar Rp 72 juta.

Namun nyatanya hanya janji-janji yang dia dapat.

Hingga kini dia memperkirakan rumahnya masih dibangun sekitar 30 persen.

Baru berupa dinding dan belum sampai bagian atap.

Padahal perempuan berusia 63 tahun itu sudah menabung selama 35 tahun dan mempersiapkan rumah tersebut untuk anaknya. (iza/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#graha artha #singosari malang #perumahan bermasalah