Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Virus Campak: Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

A
Penulis: Aditya Novrian❯
Kenali tanda-tanda campak agar bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. (Freepik)
Kenali tanda-tanda campak agar bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. (Freepik)

MALANG KOTA – Campak merupakan penyakit yang terjadi karena infeksi saluran pernapasan yang menular. Penyakit ini ditandai beberapa gejala, karena virus ini sangat mudah menular melalui udara ketika penderitanya batuk, bersin atau berbicara.


Advertisement

Setelah adanya identifikasi 7 kasus campak di Kota Malang, terdapat langkah antisipasi yang telah disiapkan oleh dinas kesehatan (dinkes) Kota Malang. Dihimbau untuk melakukan ORI (Outbreak Response Immunization) guna mencegah virus ini agar tidak menyebar lebih banyak.

Gejala awal campak ditandai dengan sakit tenggorokan, mata berair, serta kemerahan dan adanya bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul dapat berupa bintik-bintik merah kecil, kemudia menyatu hingga ukurannya membesar. Gejala ini hampir mirip dengan gejal rubella, namun pada campak gejala ruam ini bisa bertahan selama 5-7 hari.

Gejala campak akan timbul sekitar 7-14 hari setelah terinfeksi, dengan keluhan awal hampir mirip dengan gejala flu. Simak berikut ini beberapa gejala campak :

  1. Demam tinggi
  2. Lemas dan letih
  3. Mata memerah serta sensitif terhadap cahaya
  4. Pilek
  5. Hidung tersumbat
  6. Diare
  7. Muntah
  8. Merasa nyeri
  9. Kehilangan selera makan
  10. Terdapat bercak berwarna putih keabu-abuan di area mulut dan tenggorokan

Virus campak ini dapat menular dengan cepat selain karena terkena percikan air liur tetapi juga bisa karena memegang bagin ulut atau hidung seorang yang telah terkontaminasi droplets penderita campak. Berikut penyebab seseorang terkena virus campak:

  1. Belum menerima vaksin campak atau vaksin MMR lengkap
  2. Tinggal bersama dengan orang yang terkena campak
  3. Daya tubuh yang lemah
  4. Kekurangan vitamin A

Mencegah penyakit campak dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi campak dan MMR . imuninasi ini dapat diberikan mulai anak berusia 9 bulan. Vaksin MMR dapat diberikan ketika anak sudah menginjak usia 12-18 bulan, kemudian diulang kembali ketika anak berusia 5-7 tahun.

Advertisement

Vaksin campak dan MMR juga bisa diberikan kepada orang dewasa yang sama sekali belum pernah mendapatkan vaksin sama sekali. Dosis yang di berikan pada orang dewasa yaitu 2 kali pemberian, dengan catatan adanya jeda 28 hari antara dosis pertama dengan dosis yang selanjutnya.

Selain dengn pencegahan tersebut, penularan campak daat dicegah dengan cara melakukan isolasi secara mandiri ketika terkena penyakit ini. Isolasi dapat dilakukan sejak munculnya gejala hingga 4 hari setelah ruam timbul.

Selama menjalani perawatan, penderita campak dan orang yang merawatnya disarankan untuk:

  1. Tidak berbagi peralatan makan dan perlengkapan mandi
  2. Rutin untuk mencuci tangan dengan sabun dari air yang mengalir
  3. Menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersih dengan tisu atau lengan
  4. Selalu membersihkan rumah secara rutin

Penyakit ini umunya tidak berbahaya jika seseorang sudah mendapatkan vaksin campak atau MMR. Namun jangan menyepelekan penyakit ini, karena dapat mangancam nyawa bagi penderitanya.

Advertisement

Penulis : Anna Tasya Enzelina

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Alodokter, Halodoc

Artikel Terkait

Waspada! Ini Penyebab dan Gejala Emotional Exhaustion yang Perlu Dikenali

Waspada! Ini Penyebab dan Gejala Emotional Exhaustion yang Perlu Dikenali

Gejala kelelahan emosional dapat muncul dalam bentuk fisik maupun psikologis.

Capaian Imunisasi Dasar Lebih dari 80 Persen di Kota Malang

Capaian Imunisasi Dasar Lebih dari 80 Persen di Kota Malang

Pemberian imunisasi dasar dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) masih berlangsung hingga November mendatang.

Mulai Antisipasi Potensi PMK, Dispangtan Salurkan 1.190 Dosis Vaksin

Mulai Antisipasi Potensi PMK, Dispangtan Salurkan 1.190 Dosis Vaksin

Kewaspadaan terkait potensi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus ditingkatkan di Kota Malang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer