BATU – Warga Kota Batu yang biasa naik angkot kini harus merogoh kocek lebih dalam. Karena Aliansi Pengemudi Mobil Penumpang Umum (AMPU) Kota Batu serta Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu beren cana menaikkan tarif angkot. Namun berapakah besaran kenaikan tarif itu? Kedua organisasi tersebut belum bisa mengatakan secara pasti. Tapi kisarannya sebesar 20 persen.
Soal jumlah angka pasti kenaikan tarif angkot, rencananya akan digodog bareng bersama Dinas Perhubungan Kota Batu. Supaya bisa menentukan kelayakan tarif secara rasional. Tujuannya agar tarif baru itu tak terlalu membebani masyarakat. “Kalau ditanya apakah kenaikan ini memengaruhi, jelas memengaruhi. Karena kenaikan itu jelas berdampak pada aktivitas kami,” ucap Ketua APMPU Kota Batu Aro Sujarwo saat ditemui Radar Batu, seusai rapat di dalam kantor Dishub, Senin (5/9).
Menurut dia, kenaikan saat ini sudah tidak bisa ditolerir lagi. Sebenarnya pihak pemilik angkot sudah tak menaikkan tarif sejak dua kali kenaikan BBM terjadi beberapa waktu silam. Namun, kenaikan ini juga nanti akan berpatok pada 9 jalur yang ada. Bukan serta merta menyeragamkan kenaikan.
“Kota Batu ini kan geografisnya naik turun. Contohnya jalur BatuSonggoriti, Batu-Selecta tentu tarifnya berbeda. Karena kita menghitung berdasarkan kebutuhan bahan bakar, lalu jalur juga,” seru Aro.
Dia mencontohkan, untuk tarif dari Terminal Kota Batu ke Selecta selama ini kisaran Rp 6.000, rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 7.000. Para sopir angkot tidak berani menaikkan terlalu tinggi karena takut kalah bersaing dengan ojol atau taksi online.
Sementara itu, Bendahara Organda Kota Batu Heri Junaedi menyebut saat ini masih ada 357 kendaraan angkutan umum di Kota Batu. Disinggung terkait keadaannya saat ini. Menurut dia bisa dikatakan ada di tengah-tengah. Tidak terlalu mati dan tidak terlalu hidup.
“Kita masih bisa menyiasati sepinya jalan itu dari pariwisata. Biasanya ada rezeki dadakan itu dari orangorang yang mau ke suatu wisata secara rombongan. Lalu saling mengabari. Sehingga sampai saat ini angkutan di Kota Batu masih eksis,” terangnya lagi.
Lebih lanjut, Kabid Angkutan Umum Dishub Kota Batu Chilman Suaidi menegaskan, bahwa meskipun harga BBM naik, tapi kenaikan tarif angkot harus dibicarakan dahulu. Khususnya antara pemilik kendaraan dengan para pelanggan atau pengguna jasa transportasinya itu. “Biar nggak ada masalah, dan agar angkot ini tidak makin sepi. Kita lakukan riset dulu. Jadi sopir ini ber tanya ke penumpang. Jika dengan tarif baru ini keberatan atau tidak,” bebernya.
Setelah itu, maka dipas tikan 3 atau 4 minggu ke depan baru ada penetapan tarif kendaraan umum. Upaya itu, menurut Chilman di fungsikan untuk mengatur kekua tan ekonomi tiap penumpang. Sehingga meskipun tarif naik, tapi tak terlalu membenahi dan membuat gaduh masyarakat yang biasanya memang menggunakan kendaraan umum ke mana-mana. (fif/lid) Editor : Mardi Sampurno