
MALANG KOTA – RADAR MALANG-Wacana pemerintah terkait kuliah gratis menjadi perhatian perguruan tinggi. Pihak Universitas Negeri Malang (UM) menilai pembiayaan pendidikan tidak sepenuhnya dapat mengandalkan anggaran negara. UM berencana menyiapkan sumber pendanaan alternatif melalui pengembangan income generating.
Rektor UM Prof Hariyono menjelaskan, pihaknya berharap negara dapat menanggung biaya pendidikan. Namun, kemampuan anggaran pemerintah juga memiliki keterbatasan karena harus memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. ”Artinya kami berharap memang negara bisa menanggung biaya pendidikan. Tapi kita juga sadar bahwa tanggung jawab negara cukup banyak, sementara dana finansial yang dimiliki belum cukup,” ujarnya kemarin (18/10).
Menurutnya, persoalan pembiayaan pendidikan turut dibahas dalam pertemuan para rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Medan pada Kamis dan Jumat lalu. Salah satu pembahasannya terkait upaya perguruan tinggi agar tidak terus bergantung pada dana operasional yang bersumber dari masyarakat.
Karena itu, pengembangan income generating menjadi salah satu langkah yang disiapkan. Sumber pendapatan tersebut dapat dikembangkan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki perguruan tinggi. Baik aset fisik maupun yang berbasis sains, teknologi, dan inovasi.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan pembiayaan pendidikan yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya sumber pendapatan alternatif, perguruan tinggi dapat memiliki ruang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan yang berasal dari mahasiswa maupun orang tua. ”Nah, ini yang sedang kita rancang, antara lain termasuk di UM, itu juga berupaya bagaimana biaya operasional ini tidak menjadi tanggungan orang tua mahasiswa atau mahasiswa,” katanya.
Pengembangan sumber pendapatan itu juga menjadi bagian dari pembahasan bersama para rektor. Hariyono menyebut, perguruan tinggi didorong untuk melihat aset yang dimiliki secara lebih luas. Tidak hanya berupa aset fisik, tetapi juga aset yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kampus. (wb1/gp)



