Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wacana Kuliah Gratis, UM Pilih Income Generating.

A
FOKUS: Para sivitas akademika menyimak pidato dari Rektor Universitas Negeri Malang Prof Hariyono dalam Dies Natalis Ke-72 UM, kemarin.
FOKUS: Para sivitas akademika menyimak pidato dari Rektor Universitas Negeri Malang Prof Hariyono dalam Dies Natalis Ke-72 UM, kemarin.

Advertisement

 MALANG KOTA – RADAR MALANG-Wacana pemerintah terkait kuliah gratis menjadi perhatian perguruan tinggi. Pihak Universitas Negeri Malang (UM) menilai pembiayaan pendidikan tidak sepenuhnya dapat mengandalkan anggaran negara. UM berencana menyiapkan sumber pendanaan alternatif melalui pengembangan income generating.

 Rektor UM Prof Hariyono menjelaskan, pihaknya berharap negara dapat menanggung biaya pendidikan. Namun, kemampuan anggaran pemerintah juga memiliki keterbatasan karena harus memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. ”Artinya kami berharap memang negara bisa menanggung biaya pendidikan. Tapi kita juga sadar bahwa tanggung jawab negara cukup banyak, sementara dana finansial yang dimiliki belum cukup,” ujarnya kemarin (18/10).

 Menurutnya, persoalan pembiayaan pendidikan turut dibahas dalam pertemuan para rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Medan pada Kamis dan Jumat lalu. Salah satu pembahasannya terkait upaya perguruan tinggi agar tidak terus bergantung pada dana operasional yang bersumber dari masyarakat.

Advertisement

 Karena itu, pengembangan income generating menjadi salah satu langkah yang disiapkan. Sumber pendapatan tersebut dapat dikembangkan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki perguruan tinggi. Baik aset fisik maupun yang berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan pembiayaan pendidikan yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya sumber pendapatan alternatif, perguruan tinggi dapat memiliki ruang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan yang berasal dari mahasiswa maupun orang tua. ”Nah, ini yang sedang kita rancang, antara lain termasuk di UM, itu juga berupaya bagaimana biaya operasional ini tidak menjadi tanggungan orang tua mahasiswa atau mahasiswa,” katanya.

 Pengembangan sumber pendapatan itu juga menjadi bagian dari pembahasan bersama para rektor. Hariyono menyebut, perguruan tinggi didorong untuk melihat aset yang dimiliki secara lebih luas. Tidak hanya berupa aset fisik, tetapi juga aset yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan kampus. (wb1/gp)

Advertisement

Artikel Terkait

UM Kirim 90 Mahasiswa ke PIMNAS ke-39, Masuk Lima Besar Nasional

UM Kirim 90 Mahasiswa ke PIMNAS ke-39, Masuk Lima Besar Nasional

Universitas Negeri Malang (UM) mengirimkan 18 tim beranggotakan 90 mahasiswa untuk berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada 2–7 November 2026

Tiga Fakultas Baru UM Tunggu Penyelesaian Lahan yang Masih Dipakai Empat Sekolah

Tiga Fakultas Baru UM Tunggu Penyelesaian Lahan yang Masih Dipakai Empat Sekolah

Rencana pengembangan tiga fakultas baru Universitas Negeri Malang (UM) masih menunggu kepastian pemanfaatan lahan yang saat ini digunakan empat sekolah.

Dies Natalis Universitas Negeri Malang Ke-72 Berkomitmen Wujudkan 5 Program Prioritas 2027

Dies Natalis Universitas Negeri Malang Ke-72 Berkomitmen Wujudkan 5 Program Prioritas 2027

Sehat, Bergerak, Berdampak, dan Berkelanjutan. Menjadi tema yang diusung Universitas Negeri Malang (UM) dalam peringatan HUT Ke-72. Dalam usia itu, UM ingin jadi kampus yang memacu transformasi dan riset.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer