Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (19/8), guiding block rusak terlihat di Jalan Besar Ijen. Selain membahayakan penyandang disabilitas, juga membahayakan para pejalan kaki.
Kondisi guiding block yang rusak tersebut disesalkan oleh Ketua DPC Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Malang Suratno. Menurut dia, hal ini tidak sekali terjadi. Meski sudah ada perbaikan, katanya, masih banyak guiding block yang kembali rusak, bahkan terhalang. “Ada yang terhalang pedagang, tiang atau pohon. Padahal, trotoar kan seharusnya bebas hambatan,” ujar pria yang sehari-hari menjadi tukang pijat tuna netra itu.
Suratno menilai, di tempat lain seperti instansi pemerintah masih kurang dalam menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Termasuk terminal, tempat penyeberangan, mall, hingga alun-alun. Untuk itu, ke depan dia berharap ada perbaikan. Terlebih lagi Kota Malang memiliki slogan ramah disabilitas.
Menanggapi kerusakan guiding block, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengatakan, pihaknya tidak memiliki anggaran secara khusus untuk pemeliharaan fasilitas pemandu disabilitas. Namun perawatannya satu paket jika terdapat trotoar yang rusak.
“Jadi kalau guiding block itu ada di trotoar yang kebetulan rusak, perbaikannya menjadi tugas kami,” ujar pejabat eselon II B tersebut.
Diah melanjutkan, penambahan fasilitas guiding blockbiasanya dilakukan bersamaan dengan pembangunan trotoar. Namun, sejauh ini pihaknya belum menerima usulan untuk pemeliharaan fasilitas itu. “Kami perlu melihat lagi, fasilitas tersebut masuk ke aset dinas apa. Nanti dinas tersebut yang akan mengusulkan pemeliharaannya,” terangnya. (mel/dan) Editor : Mardi Sampurno