Aremania Pasang Spanduk Tuntutan
MALANG KOTA – Duka masih menyelimuti Bumi Arema. Sejumlah kalangan yang tidak terima atas meninggalnya ratusan nyawa saat tragedi Stadion Kanjuruhan, Sabtu malam (1/10) menuntut agar diusut tuntas.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang, spanduk bertuliskan ”Usut Tuntas” terpampang di persimpangan Jalan Radja Bally, jembatan penyeberangan orang (JPO) di Blimbing dan kawasan Kajoetangan Heritage, hingga area Balai Kota Malang.
Spanduk itu sengaja dipasang Aremania untuk menunjukkan solidaritas atas kejadian kelam dalam dunia sepak bola itu. Dugaan kekerasan yang dilakukan oknum aparat keamanan terus menjadi sorotan banyak pihak.
“Ini sebagai bentuk dukungan agar korban maupun Aremania yang terdampak mendapatkan kejelasan tragedi kelam bisa diungkap,” ujar Putra, salah satu Aremania yang memasang spanduk di beberapa titik.
Dia bersama temannya memasang spanduk demi membantu korban untuk mendapat keadilan. Putra yang juga menjadi saksi mata kejadian di Stadion Kanjuruhan tersebut menegaskan, tragedi tidak sepenuhnya salah Aremania. Pada dasarnya, katanya, suporter tidak ingin melukai pemain kebanggaannya.
Terkait sampai kapan spanduk dipasang? Putra ingin melepas spanduk jika sudah ada pelaku yang terungkap. Sebab spanduk yang dipasang bertujuan untuk mengingatkan aparat keamanan segera bertindak tegas. ”Tak peduli sampai (spanduk) robek atau kotor, kami ingin menyampaikan pesan bahwa ini tragedi kemanusiaan,” tegas pria domisili Kecamatan Klojen itu.
Sementara itu, supporter Arema FC Korwil Klayatan Achmad Ghozali mengungkap perihal spanduk-spanduk berisi tuntutan yang dipasang Aremania tersebut adalah bentuk harapan. Di mana semua pemain ke-12 yang menjadi pendukung Singo Edan menginginkan tragedi kelam di Stadion Kanjuruhan itu terang benderang. “Bentuk-bentuk tuntutan protes para Aremania yang menginginkan kasus ini di usut tuntas,” katanya.
Dia mengatakan, hal tersebut adalah gerakan massal. Artinya, semua pendukung Singo Edan saat ini menginginkan hal tersebut. Dia menilai juga bahwa gerakan itu wujud pengawalan terhadap tragedi Kanjuruhan. “(pemasangan spanduk tuntutan) ini tidak hanya di jalan. Tapi juga gang-gang kampung dan bisa akan bertambah besar,” ungkapnya. Dari pengamatan Ghozali gerakan usut tuntas melalui spanduk ini ada di penjuru Malang Raya. (adn/gp/dan) Editor : Mardi Sampurno