Sudah sebulan terakhir, lubang yang menganga cukup lebar di sana dipasang ban bekas sampai kursi secara bergantian. Warga sekitar sengaja memasang beberapa benda itu sebagai tanda hati-hati ke para pengendara. Salah satu warga yang memasang kursi itu yakni Satpam Asrama Yayasan Karya Sang Timur Junaidi.
”Saya sudah pasang ini sejak awal Desember, dulu awalnya pot sama ban karena melihat muncul lubang setelah ada banjir,” kata dia saat ditemui kemarin (26/12).
Junaidi mengungkapkan lubang tersebut sudah memakan korban. Terbaru, pada Sabtu lalu (24/12) sebelum dia memasang kursi di sana. Ada dua pengendara motor yang jatuh.
”Pengendara pertama jatuh karena terkejut dan berusaha menghindari lubang. Yang kedua, roda bagian depan motornya tersangkut di dalam lubang,“ imbuhnya.
Tak hanya pengendara motor, pengendara mobil pun juga kena dampaknya. Junaidi sempat melihat sebuah mobil yang rodanya pernah tersangkut. Namun, untungnya ban mobil masih bisa keluar. Junaidi hanya bisa berharap ada langkah perbaikan yang dilakukan Pemkot Malang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto menjelaskan lubang tersebut disebabkan oleh faktor air hujan yang menggerus tanah. Akibatnya, ada bagian jalan yang ambles karena menahan derasnya air.
”Nanti akan segera kami cek lagi. Setelah itu akan kami perbaiki secepatnya,“ tandas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. (kr1/adn) Editor : Mardi Sampurno