Bahkan cukup mengganggu karena memakan sebagian jalan karena ulah sopir yang ngetem sembarangan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh menyebut empat lokasi terminal bayangan itu tersebar di depan Terminal Arjosari, flyover Arjosari, Jembatan Gadang, dan depan Stasiun Malang Kota Baru. Pihaknya pun bakal tegas melakukan penertiban.
”Kami berupaya menindak sesuai kewenangan. Misalnya, memeriksa terkait uji kir dan bekerja sama dengan DLH untuk memasang pot agar angkutan umum tidak ngetem sembarangan,” tegas dia, kemarin (14/2).
Di samping itu, dishub juga menyiapkan sarana prasarana penunjang lainnya. Seperti di Terminal Arjosari agar sopir angkot masuk ke terminal. Bahkan, pihaknya juga selalu bekerja sama dengan Organda.
Baca Juga : Dishub Punya Dua Skema untuk Tata Ulang Sistem Angkot
Adanya terminal bayangan itu sempat dikeluhkan Ketua RW 4 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing Sugito beberapa waktu lalu. Dia meminta pemkot bisa tegas menindak ulah sopir yang menyebabkan adanya terminal bayangan. Sebab, hal tersebut sudah berlangsung lama.
"Kami tak mau macet-macetan karena sopir ngetem,” harap dia.
Menanggapi keresahan warga, tiga anggota DPRD Kota Malang sempat melakukan sidak pada Senin lalu (13/2). Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengatakan, sudah berdialog dengan warga sekitar untuk menemukan jalan keluar.
Baca Juga : Hari Ini, Pusat Kota Malang Diprediksi Macet
”Kalau penumpang mau turun di dalam, secara otomatis juga berdampak ke para pedagang,” kata Bayu.
Dari informasi yang dihimpunnya, setiap pagi atau sore di sekitar sana terjadi kemacetan. Ini karena para penumpang enggan masuk ke dalam untuk menunggu bus. Mereka berharap, terminal bayangan bisa segera diatasi Dishub Kota Malang. (dur/adn) Editor : Aditya Novrian