Dengan data tersebut, ratusan mahasiswa tersebut menyayangkan masih ada sejumlah oknum yang mengeksploitasi perempuan. Padahal pada momen tersebut mereka ingin ada kesetaraan gender dalam hal pekerjaan.
”Kami ingin mencapai kesetaraan gender. Kalau dilihat dari perspektif mahasiswa, kami terutama sebagai perempuan sering merasa kurang memiliki ruang aman dalam kegiatan akademis,” kata Salah satu perwakilan Aliansi Setara Anggun Nazilatul Abidah.
Saat ada kasus kekerasan seksual, prosesnya penyelesaian kerap dipersulit. Kondisi itu membuat perempuan kerap disudutkan.
”Maka dari itu tadi kami mengadakan aksi simbolik dengan menyampaikan poin-poin tuntutan. Sebelum itu, kami juga melakukan long march ke balai kota,” imbuhnya.
Ditambahkan koordinator lapangan (korlap) aksi Fadila Rahma. Melalui tuntutan yang disampaikan mereka berharap Rancangan Undang-Undang (RUU) PRT bisa segera disahkan. Hal tersebut agar tidak ada ketimpangan antara pekerja.
”Mengingat di Malang sendiri masih ada banyak buruh-buruh dan pekerja rumah tangga yang tidak mendapatkan haknya dan dicederai HAM-nya,” tegas Fadila. (mel/adn) Editor : Aditya Novrian