Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Buka Layanan Konsultasi Psikologis Guru

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 16 Desember 2023 | 17:24 WIB

 

Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana menyiapkan layanan konsultasi psikologis untuk guru
Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana menyiapkan layanan konsultasi psikologis untuk guru

MALANG KOTA - Kasus bunuh diri yang dilakukan salah seorang guru di SDN Sukun 3 Wahab Efendi, 44, beserta istri dan satu anaknya membuka mata Pemkot Malang. 

Mereka semakin mengerti pentingnya memperhatikan kondisi psikologis guru. 

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kini membuka layanan konsultasi psikologis bagi guru. 

Itu dilakukan sejak Kamis (14/12) lalu. 

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan, layanan konsultasi psikologis itu sebenarnya sudah di-launching 25 September lalu. 

Namun, layanan tersebut diperuntukkan bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah. 

”Dan sekolahnya di lembaga PAUD, SD, dan SMP di Kota Malang. Baik swasta maupun negeri,” ucapnya.

Kini layanan itu juga dibuka untuk guru. 

”Setiap peristiwa kami jadikan pelajaran dan bahan evaluasi. Ini merupakan bentuk evaluasi kami,” tambah Suwarjana. 

Layanan konsultasi psikologi yang bekerja sama dengan Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) itu diharapkan bisa membantu guru dalam menyelesaikan tekanan psikis yang tengah dihadapi.

Kendati begitu, Suwarjana mengaku selama ini telah melakukan upaya pembinaan terhadap guru-guru secara intensif. 

Misalnya pembinaan dalam hal relasi antar personal guru, orang tua siswa, dan siswa. 

Selain itu, juga masalah yang berkaitan dengan pola kerja.

 

Pria asal Bantul itu menyampaikan, beban administrasi guru kini juga lebih mudah. 

Sebab, setiap SD sudah memiliki tenaga operator. 

Sementara di SMP sudah tersedia tenaga operator plus tata usaha (TU). 

Untuk itu, dia menilai bila beban kerja guru sekarang sudah sewajarnya. 

Di tempat terpisah, Pakar Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Akhsanul In’am PhD menyebut kondisi psikologis guru memang harus diperhatikan. 

Itu karena guru paling banyak menerima tantangan di zaman sekarang. 

Mulai dari perubahan kondisi psikologis peserta didik, beban administrasi, hingga perkembangan teknologi.

In’am mengatakan, ada perbedaan kondisi psikologis pada peserta didik saat ini bila dibandingkan dengan peserta didik zaman dulu. 

Itu tak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi. 

Misalnya, konten atau tontonan dalam gadget yang mampu mempengaruhi kejiwaan anak-anak.

Lebih jauh, hal itu berdampak pada pola perilaku hingga pola komunikasi. 

”Untuk itu pembentukan karakter dan akhlak siswa menjadi PR berat bagi guru,” ucapnya. 

Selain itu, tugas administrasi guru tidak kalah membebani. 

In’am menyebut pemerintah harus benar-benar memangkas tugas-tugas administratif yang bertele-tele dan tidak perlu.

Hal itu juga perlu penguatan peran pengawas sekolah. 

Sebab, selama ini fungsi pengawas hanya formalitas. 

”Fungsinya normatif. Tidak substantif,” ujarnya. 

Pihaknya menyebut pengawas kerap asal datang ke sekolah, lalu pulang bawa stopmap. 

”Tentu tidak semua seperti itu,” imbuhnya.

Selain itu, pembinaan guru juga penting dilakukan secara masif. Tidak hanya untuk pendalaman intelektual saja. 

Namun, juga spiritual. 

”Lagi-lagi pertemuan yang selama ini dilakukan sifatnya normatif,” tandasnya. 

Pasalnya, kegiatan-kegiatan yang digelar umumnya hanya bersifat seremonial. 

”Datang, dapat seragam, tanda tangan, dan pulang,” imbuhnya.

Padahal pertemuan tersebut dapat dijadikan media memperkuat hubungan dengan teman sejawat. 

Dengan begitu, relasi antar guru diharapkan bisa semakin dekat.

Sehingga, mereka bisa saling bertukar cerita bila ada masalah.

In’am juga menyebut perlunya kegiatan khusus untuk penguatan psikologis guru.

Itu berbeda dengan layanan konsultasi psikologi yang akan memproses bila ada permintaan saja. 

Kendati begitu, In’am mengatakan sangat mungkin bila pemerintah melalui dinas pendidikan memberikan layanan psikologis khusus bagi guru. 

Sebab, selama ini perhatian terkait kesehatan mental hanya berfokus pada pelajar saja. (dre/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Layanan Konsultasi Psikologis Guru #Pemkot Malang