MALANG KOTA – Lonjakan penumpang Kereta Api (KA) diperkirakan mulai 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. KAI Daop 8 Surabaya menyediakan sekitar 111.312 kursi penumpang untuk keberangkatan KA di stasiun Malang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, ratusan ribu kursi tersebut untuk 13 kereta api keberangkatan dari Stasiun Malang. ”Terdiri atas 12 kereta api reguler dan 1 kereta api tambahan,” kata dia.
Jika dirata-rata, setiap hari ada 6.183 kursi yang tersedia. Selain kapasitas kereta, pihaknya juga menyiapkan rangkaian penguatan teknis dan operasional. Misalnya ramp check bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub di Stasiun Malang.
Lalu pemeriksaan standar pelayanan minimum pada sarana, stasiun, hingga jalur secara bersama-sama. Pada sisi pelayanan pelanggan di Stasiun Malang, dia mengatakan, KAI Daop 8 Surabaya menambah 7 Customer Service Mobile (CSM) dan 15 Relawan Railfans.
Kemudian menghadirkan program tematik seperti Merchandise for Kids, Fun Activity for Kids, dan dekorasi stasiun, serta kereta dengan nuansa akhir tahun. Sementara dari sisi pengamanan, KAI Daop 8 Surabaya menambah 10 petugas pengamanan eksternal di Stasiun Malang. Terdiri atas 6 personel garnisun, 2 personel TNI, dan 2 personel Polri.
Selain itu, juga ada patroli rutin. Lalu untuk mendukung kelancaran, ada 5 petugas tambahan di daerah pemantauan khusus dan 4 petugas tambahan yang mencakup pemeriksa jalur yang dikerahkan untuk berdinas di antara Stasiun Sengon sampai Stasiun Kesemben.
Upaya tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan dan menjaga performa layanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). ”Kami mengajak pelanggan melakukan pemesanan sejak awal agar mendapatkan jadwal sesuai kebutuhan,” tegas Luqman.
Luqman menambahkan, Nataru selalu menjadi momen penting bagi masyarakat. Untuk itu transportasi publik juga harus terpantau demi menjaga kelancaran perjalanan ke berbagai daerah.(mel/dan)
Editor : A. Nugroho