Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bayang-Bayang Mangkrak Sky Walk Kajoetangan

Mahmudan • Jumat, 27 Februari 2026 | 09:34 WIB

INFRASTRUKTUR: Sampah berserakan di JPO Kajoetangan kemarin (2/26). Legislator khawatir proyek sky walk akan bernasib sama.
INFRASTRUKTUR: Sampah berserakan di JPO Kajoetangan kemarin (2/26). Legislator khawatir proyek sky walk akan bernasib sama.

 

MALANG KOTA - Rencana Pemkot Malang membangun Sky Walk di Kajoetangan Heritage mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Wakil rakyat khawatir proyek tersebut berakhir dengan kondisi kumuh dan mangkrak. Oleh karena itu, dewan meminta eksekutif mematangkan lagi kajiannya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono mengungkap dua alasan wakil rakyat khawatir. Pertama, pihaknya tidak ingin proyek Sky Walk di Malang bernasib sama seperti Sky Walk di Cihampelas, Bandung.

”Model seperti itu sudah ada di Bandung, Teras Cihampelas. Sekarang mau dibongkar karena kondisi keamanan dan fungsinya tidak berjalan dengan baik," terang Trio. Sama seperti di Kajoetangan, dia melanjutkan, sky walk Bandung digadang-gadang menjadi solusi bagi pedagang dan pejalan kaki. Juga diharapkan meningkatkan daya tarik wisatawan.

Namun realitanya Teras Cihampelas sepi, gelap, dan tidak terawat. Fasilitas tersebut berubah menjadi kumuh dan berpotensi menjadi sarang kriminalitas. ”Saya harap rencana ini (pembangunan Sky Walk Kajoetangan) benar-benar dikaji, agar bisa dinikmati dengan jangka waktu panjang," imbuh Trio.

Sedangkan alasan kedua yang memunculkan kekhawatiran adalah kondisi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kajoetangan Heritage. Fasilitas itu skalanya jauh lebih kecil dibanding sky walk tetapi sering kali kotor, bau, bahkan ditemukan kotoran manusia akibat minimnya pengawasan dan perawatan.

"Ini kami memberikan catatan, harus ada kajian tentang potensi masalah yang  timbul setelah dibangun. Kalau tidak diantisipasi, malah tidak sesuai dengan fungsi yang diinginkan," tegas Trio.

Untuk itu, lanjut dia, perlu dibahas dengan detail mitigasi potensi masalah pada pembahasan Detail Engineering Design (DED). "Kami tidak melarang pembangunan sky walk, tetapi harus dipersiapkan dengan benar. Bandung menghabiskan Rp 70 miliar tapi akhirnya mangkrak," ungkap Politisi PKS itu.

Selain itu, Trio juga memberikan perhatian besar pada skema pembiayaan mega proyek tersebut. Meskipun anggaran sky walk berasal dari Bank Dunia, Pemkot tetap harus memperhatikan implikasi dari bantuan tersebut.

"Jangan sampai pembangunan sky walk memberatkan APBD. Harus benar-benar dipastikan ini skema bantuan atau utang. Nanti akan kami bahas bersama pemkot dalam rapat banggar (badan anggaran)," pungkasnya. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#sky walk bandung #JPO #DED #malang