MALANG KOTA – PT KAI melakukan persiapan khusus menjelang beroperasinya angkutan Lebaran 2026. Salah satunya, mengantisipasi kecelakaan maut dengan melakukan pengecekan lintasan di sejumlah titik, termasuk di Malang raya.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, beberapa titik yang dicek adalah di KM 25+700 petak Jalan Sengon-Lawang serta di emplasemen Stasiun Malang. Dua titik itu termasuk yang berpotensi longsor.
Dalam pengecekan tersebut, pihaknya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Mulai kondisi lingkungan, tanaman, sistem drainase, hingga stabilitas lereng tanah di sepanjang lintasan.
"Pada titik-titik yang dinilai memiliki risiko tinggi, kami telah melakukan penanganan awal serta menyiapkan langkah mitigasi lanjutan," ucap Mahendro kemarin.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, PT KAI Sediakan 136.045 Tiket untuk Mudik Lebaran
Selain itu, ada tiga titik daerah perhatian khusus (dapsus) yang menjadi fokus pemantauan intensif selama masa angkutan Lebaran 2026. Meliputi KM 49+000 sampai KM 49+200 petak jalan Blimbing (BMG) – Malang (ML) serta KM 70+500 sampai dengan 72+300 petak jalan Kepanjen (KPN) – Ngebrug (NB).
Satu lagi di KM 87+400 sampai KM 87+900 petak jalan Pohgajih (PGJ) – Kesamben (KSB).
"Lewat pengecekan di lokasi dapsus, kami meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan," tegas Mahendro.
Selanjutnya, KAI juga melakukan penguatan penjagaan, pemeriksaan rutin, serta kesiapan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) untuk mengantisipasi potensi gangguan. Dengan demikian, perjalanan kereta api tetap aman dan lancar selama angkutan Lebaran.
Mahendro menambahkan, di luar masa angkutan Lebaran 2026, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan secara berkala. Baik di titik yang rentan gangguan alam maupun gangguan teknis.
"Melalui upaya-upaya ini, kami berharap masyarakat bisa mudik dengan tenang. Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama," pungkas dia. (mel/dan)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian