Kasus yang terjadi pada Sabtu, 23 November 2019 tersebut diungkap oleh akun twitter @sandi_sa119, dengan mengunggah rekaman suara korban yang sedang menceritakan kejadian.
Di rekaman, JA yang merupakan korban, mengatakan hal itu bermula dari ajakan pria berumur 22 tahun tersebut untuk menonton film horor di kamar Dani, teman mereka. Korban pun menerima ajakan itu karena sudah biasa menonton bersama teman teman lainnya.
Sebagai informasi, Turah dan JA adalah teman satu dormitory.
Sesampainya di sana, JA mulai curiga lantaran hanya ada pelaku. Sedangkan pemilik kamar tidak ada di sana. Pria asal Bali itu beralasan sudah mengajak Dani melalui pesan, namun centang satu.
Tidak lama kemudian, pemilik kamar datang dan menanyakan mengapa Turah dan AJ ada di sana. Mendengar itu, AJ merasa makin curiga. Namun akhirnya mereka bertiga menonton film bersama.
Seperti memanfaatkan keadaan, ketika Dani tertidur, Turah melakukan hal tidak senonoh terhadap teman wanita sesama mahasiswa Indonesia tersebut. Korban sudah berusaha menolak, namun youtuber dengan 1,16 juta subscriber itu tetap melakukannya.
Selain rekaman suara, di unggahan dengan 54,8 ribu suka itu Sandi juga mengungkapkan alasan mengapa kasus ini baru muncul di media. Diantaranya karena ada yang menutupi kasus tersebut dan juga korban yang depresi akibat kejadian ini.
"Banyak yang nanya kenapa baru di-up sekarang? Gue lagi nyiapin konstruksi nya. karna ada yg nutupin untuk tdk keluar dri kota Tomsk. Siapa? ketua PPI nya sendiri GOKMA. Korban merasa terancam, tidak ada yg belain, dan dia depresi. Takut. Bahkn PPI pusat juga ntpin FERLITO!" tulis akun tersebut, (6/8).
Tidak berselang lama, hal itu dikonfirmasi oleh manajer Turah, Jehian Panangian Sijabat dalam akun twitter @jehianps.
Jehian membenarkan bahwa mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis di Tomsk State University Rusia itu telah melakukan pelecehan terhadap JA. "Pada November 2019, Turah Parthayana tidak menyangkal pengakuan pelecehan seksual yang dilakukan olehnya."
"Aku sangat membenci pelecehan seksual, dan tidak membenarkan apapun perbuatan pelecehan kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun." lanjutnya.
Ia juga mengatakan menyesal atas kejadian ini. "Saya sebagai Manager dari TP merasa malu dan gagal mendidik talent saya, dan menyatakan penyesalan sama kepada pihak korban, terkhusus saudari JA. Saya merasa menyesal tidak mengetahui informasi ini lebih cepat." ujarnya (6/8).
Hingga saat ini, 'Turah' masuk dalam trending twitter dengan 25,1 ribu tweet.
Di story instagramnya @turahparthayana, ia menuliskan untuk menyerahkan klarifikasi kasus ini kepada pihak KBRI Moskow.
"Guys aku tadi habis ambil ijasah dari KBRI, sekalian tadi konsultasi dan memenuhi panggilan dari KBRI. Untuk mengklarifikasi simpang siur berita tentang masalah tahun 2019 ini, lebih baik aku serahkan semuanya ke KBRI Moskow untuk berbicara. Mohon maaf atas semua kegaduhan yang terjadi dan kalo kalian ingin bertanya-tanya tentang masalah ini, lebih baik langsung tanya ke KBRI saja. Buat teman-teman semuanya, terimakasih atas support moralnya kepada saya." tulis Turah (6/8).
Penulis : Nabella Devitta
Foto : instagram @turahparthayana
Penyunting: Fia Editor : Shuvia Rahma