RADAR MALANG – Bulan Ramadan kini telah memasuki fase maghfirah yang berlangsung pada sepuluh hari kedua. Pada waktu tersebut, Allah menjanjikan pengampunan yang luas bagi hamba-hamba-Nya yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan.
Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dan Ibnu ‘Asakir yang berbunyi: “Dari Abu Hurairah, Ramadan itu adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat. Di pertengahannya penuh dengan ampunan dan di ujungnya pembebasan dari api neraka.”
Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan introspeksi, membangun kedekatan dengan Allah SWT, serta mengharapkan pengampunan. Selain itu, mereka juga hendaklah memohonkan ampunan bagi orang lain, seperti orang tua, saudara, nenek, kakek, hingga sesama Muslim.
Baca Juga: Keutamaan Sedekah Subuh di Bulan Ramadan, Amalan Istimewa Penuh Keberkahan
Berikut sejumlah keutamaan lain dari sepuluh hari kedua Ramadan yang perlu diketahui:
- Dilipatgandakan pahala
Bulan Ramadan merupakan bulan dilipatgandakannya pahala. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Dosa-dosa diampuni
Keistimewaan selanjutnya adalah waktu di mana dosa-dosa diampuni. Hal ini telah disebutkan dalam hadis berikut.
"Siapa yang puasa Ramadan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu," (HR. Bukhari dan Muslim).
- Wujud Istiqomah
Memasuki pertengahan bulan Ramadan, semangat beribadah sebagian orang mulai mengalami naik turun. Memanjatkan doa serta melakukan amalan baik pada fase ini merupakan wujud istikamah atas ibadah yang telah dilakukan di awal bulan Ramadan.
Baca Juga: 6 Amalan Ringan di Bulan Ramadan dengan Pahala Besar, Bisa Diamalkan Setiap Hari
Usai mengetahui keutamaannya, berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi sepuluh hari kedua bulan Ramadan.
- Konsisten dalam melakukan ibadah malam, seperti salat Tarawih, Tahajud, dan Witir: Keikhlasan yang terjalin di sepertiga malam yang terakhir menjadi tanda jelas bahwa taubat seorang hamba diterima.
- Memperbanyak istighfar dan taubat: Meminta pengampunan tidak hanya sebatas ucapan, tetapi harus benar-benar dirasakan dalam hati dengan penyesalan yang mendalam dan tulus.
- Membaca Al-Qur’an: Cahaya Al-Qur'an diharapkan dapat menerangi hati yang gelap akibat dosa sehingga usaha untuk membersihkan diri menjadi lebih optimal.
- Menjaga lisan dan perbuatan: Ampunan Allah akan sulit diperoleh bila kita masih menyakiti orang lain. Oleh sebab itu, perbaiki hubungan antarsesama manusia dan jaga lisan dari gibah, dusta, serta adu domba.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian