Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Personel Nyaris Terjebak Kobaran Api saat Padamkan Kebakaran TPA Supit Urang

N
Penulis: Nabila Amelia❯
Suasana pemadaman TPA Supit Urang yang terbakar pada Rabu (21/10) malam. (Istimewa)
Suasana pemadaman TPA Supit Urang yang terbakar pada Rabu (21/10) malam. (Istimewa)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, menghadapi sejumlah kendala. Selain tiupan angin, gas metana, dan keterbatasan akses air, seorang personel UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang nyaris terjebak dalam pusaran api saat bertugas pada Rabu (21/10). Beruntung, personel tersebut berhasil menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno memastikan kondisi personel yang terlibat dalam pemadaman secara umum tetap sehat. Meski sempat menghadapi situasi berbahaya, tidak ada laporan personel yang mengalami dampak langsung akibat kebakaran tersebut.

”Tidak ada yang terdampak, meskipun tadi ketika ada api besar, ada yang hampir terjebak dalam kobaran api,” ungkap Prayitno saat dikonfirmasi Rabu malam (21/10).

Personel Berhasil Menyelamatkan Diri

Prayitno menjelaskan, personel yang nyaris terjebak api berhasil bergerak menjauh dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di area tumpukan sampah TPA Supit Urang.

Advertisement

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, petugas juga mendapat dukungan relawan ambulans dan tenaga kesehatan. Bantuan tersebut berasal dari Puskesmas Mulyorejo serta unsur Dinas Kesehatan.

”Untuk ambulans sendiri, di antaranya ada tiga unit dari puskesmas dan Dinkes. Relatif belum banyak dibutuhkan karena manajemen keselamatan dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang serta UPT TPA Supit Urang,” tegas mantan Kepala BPBD Kota Malang tersebut.

Kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam proses pemadaman, mengingat kondisi di lokasi masih berisiko. Angin dan potensi gas metana di kawasan timbunan sampah turut menjadi tantangan yang harus diperhitungkan selama penanganan berlangsung.

Petugas Disiagakan hingga Kamis Pagi

Selain dukungan ambulans, pemadaman kebakaran melibatkan personel dari sejumlah unsur. Mereka berasal dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Pabrik Bentoel, dan Pabrik Grendel.

Prayitno mengatakan, personel tetap disiagakan secara bergantian sepanjang malam untuk mendukung proses pemadaman dan mengantisipasi kondisi darurat.

”Malam ini kami juga menyiagakan personel. Ada dari UPT TPA Supit Urang hingga UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang,” imbuhnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Pemadaman TPA Supit Urang Hari Ke-13 Fokus di Old Landfill

Pemadaman TPA Supit Urang Hari Ke-13 Fokus di Old Landfill

Kebakaran di TPA Supit Urang belum sepenuhnya padam pada hari ke-13. Sampai kemarin (2/10), upaya pemadaman masih dilakukan sejumlah petugas gabungan. Fokusnya pemadaman di zona old landfill.

Dua Area di TPA Supit Urang Dipastikan Bebas dari Titik Api dan Titik Panas

Dua Area di TPA Supit Urang Dipastikan Bebas dari Titik Api dan Titik Panas

Seperti di zona old landfill sisi barat dan sisi selatan. Kedua titik itu sudah dinyatakan bebas dari titik api maupun titik panas, kemarin (30/10).

Bantu Pemadaman, Pemprov Jatim Terjunkan Satu Helikopter ke TPA Supit Urang

Bantu Pemadaman, Pemprov Jatim Terjunkan Satu Helikopter ke TPA Supit Urang

”Kami menerjunkan helikopter untuk hari Minggu (25/10) dan Senin (26/10),” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer