Personel Nyaris Terjebak Kobaran Api saat Padamkan Kebakaran TPA Supit Urang

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, menghadapi sejumlah kendala. Selain tiupan angin, gas metana, dan keterbatasan akses air, seorang personel UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang nyaris terjebak dalam pusaran api saat bertugas pada Rabu (21/10). Beruntung, personel tersebut berhasil menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Satpol PP Kota Malang Prayitno memastikan kondisi personel yang terlibat dalam pemadaman secara umum tetap sehat. Meski sempat menghadapi situasi berbahaya, tidak ada laporan personel yang mengalami dampak langsung akibat kebakaran tersebut.
”Tidak ada yang terdampak, meskipun tadi ketika ada api besar, ada yang hampir terjebak dalam kobaran api,” ungkap Prayitno saat dikonfirmasi Rabu malam (21/10).
Baca Juga: Tersisa 50–70 Titik Api di TPA Supit Urang, Pemadaman Berlanjut hingga Kamis Pagi
Personel Berhasil Menyelamatkan Diri
Prayitno menjelaskan, personel yang nyaris terjebak api berhasil bergerak menjauh dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran di area tumpukan sampah TPA Supit Urang.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, petugas juga mendapat dukungan relawan ambulans dan tenaga kesehatan. Bantuan tersebut berasal dari Puskesmas Mulyorejo serta unsur Dinas Kesehatan.
”Untuk ambulans sendiri, di antaranya ada tiga unit dari puskesmas dan Dinkes. Relatif belum banyak dibutuhkan karena manajemen keselamatan dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang serta UPT TPA Supit Urang,” tegas mantan Kepala BPBD Kota Malang tersebut.
Kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam proses pemadaman, mengingat kondisi di lokasi masih berisiko. Angin dan potensi gas metana di kawasan timbunan sampah turut menjadi tantangan yang harus diperhitungkan selama penanganan berlangsung.
Baca Juga: Kebakaran TPA Supit Urang Belum Padam, Dua Unit Damkar hingga Tangki Pertamanan Dikerahkan
Petugas Disiagakan hingga Kamis Pagi
Selain dukungan ambulans, pemadaman kebakaran melibatkan personel dari sejumlah unsur. Mereka berasal dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, Pabrik Bentoel, dan Pabrik Grendel.
Prayitno mengatakan, personel tetap disiagakan secara bergantian sepanjang malam untuk mendukung proses pemadaman dan mengantisipasi kondisi darurat.
”Malam ini kami juga menyiagakan personel. Ada dari UPT TPA Supit Urang hingga UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang,” imbuhnya.



