Melihat semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan, The Araya pun menciptakan hunian yang terasa luas meski lahan terbatas. Unit baru itu diberi nama Ziro.
Mendobrak desain yang selama ini sudah ada, Ziro menjadi solusi untuk para milenial dan keluarga muda yang butuh kepraktisan.
Dengan space yang terbatas, Ziro tetap menjadi tempat tinggal yang nyaman karena udara keluar masuk dengan lega. Ziro terdiri dari 4 lantai split level dengan ruangan yang sudah lengkap dengan seluruh furniture yang dibutuhkan.
"Ini merupakan urban desain yang mengadopsi konsep perumahan di Jepang yang sangat memperhatikan fungsi seluruh ruang dan barang di dalamnya," terang marketing manager The Araya, Teguh Widjajanto.
Pria yang akrab disapa Yoyok tersebut menunjukkan setiap ruangan yang ada di Ziro. Lantai satu misalnya, dapat digunakan sebagai ruang tamu sekaligus ruang kerja. Kemudian split level berikutnya merupakan pantry dan kamar mandi.
Kemudian lantai tiga merupakan living room dengan dinding dilengkapi storage sehingga memuat banyak barang tetapi tidak memakan tempat. Dan lantai paling atas menjadi kamar tidur sekaligus ruang privasi.
"Dengan split level dari lantai satu sampai empat, semua terhubung sehingga terasa lega. Saat di living room kita dapat memandang pantry dan merasa bahwa ruang tersebut merupakan bagian dari ruang yang kita tempati," tutur Yoyok yang juga merupakan Project Manager The Araya.
Dengan budget Rp 860 juta sudah mendapatkan tempat tinggal yang nyaman lengkap dengan tempat parkir dan juga seluruh furniture di dalamnya. Harga tersebut ditawarkan untuk 10 pembeli pertama, karena unit tersebut sangat terbatas.
Lokasi Ziro juga sangat strategis, karena berada dekat dengan Universitas BINUS malang. Dan juga tersedia food capital yang lengkap dengan supermarket dengan jarak 200 meter saja. (dur/nen) Editor : Neny Fitrin