BATU - Ribuan warga memenuhi pinggiran jalan yang digunakan sebagai lintasan Pawai Budaya Guyub Rukun Membangun Desa yang Mandiri pada Rabu (12/7). Acara yang diselenggarakan oleh Desa Oro-Oro Ombo Itu Merupakan Dalam Rangkaian Selamatan Desa Oro-Oro Ombo, yang saat ini tengah menginjak umur 110 tahun.
Acara karnaval itu, dimulai sekitar pukul 09.00 start dari Gedung Kesenian, Jalan Raya Oro-Oro Ombo, kemudian mereka diarahkan ke Jalan Kenanga, lalu menuju Jalan TVRI dan finish di Kantor Balai Desa Oro-oro Ombo.
Kepala Desa Oro-Oro Ombo Wiweko mengungkapkan peserta diikuti oleh 13 kontingen. Yakni sejumlah RW yang ada di desa tersebut. “Rata-rata jumlah peserta satu RW sekitar 150 orang,” ungkapnya. Maka dengan jumlah 13 RW, diperkirakan ada sekitar 1.950 warga yang berpartisipasi.
Warga tampil dengan bermacam-macam konsep, mulai dari permainan marching band, jaranan, hingga rampak barong. Mereka juga terlihat sangat antusias. Mereka menggelar karpet di pinggir jalan bersama tetangga dan keluarganya demi menantikan penampilan para peserta.
Wiweko berharap, ke depan Desa Oro-Oro Ombo semakin gemah ripah loh jinawi. Serta, masyarakat tetap melestarikan kebudayaan. “Nanti ada acara puncaknya di tanggal 16 penampilan pentas seni,” ungkapnya.
Sementara itu salah satu warga, Abdul Mutolib mengaku bila kegiatan seperti ini memang antusias warga sangat tinggi. “Sangat antusias sekali, dan semoga warga bersama-sama bertambah sejahtera dan bisa mempunyai peluang berusaha secara mandiri di desa ini,” harapnya ke depan. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah