PLAYER ESCORT alias pendamping pemain masuk ke lapangan dalam laga home Arema FC tidak lagi berasal dari pemain Akademi Arema FC. Manajemen Singo Edan membuka kesempatan pihak eksternal klub untuk jadi player escort. Pada laga melawan Dewa United lalu (13/9), 22 siswa Dendi Santoso Soccer School jadi pendamping pemain masuk ke lapangan.
Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid menjelaskan, kerja sama dengan pihak eksternal klub menjadi salah satu cara mengenalkan dunia sepak bola. Menurutnya, impian anak-anak yang ingin jadi pesepak bola perlu didukung dengan pengalaman mendampingi pemain profesional. ”Dari tujuan tersebut, kami membuka peluang kepada SSB (Sekolah Sepak Bola) untuk berkolaborasi dengan Arema FC,” katanya.
Dia menjelaskan, persyaratan menjadi player escort cukup mudah. Orang tua dan sang anak hanya perlu membeli tiket VIP B dengan harga normal. Setelah itu nama mereka akan didaftarkan sebagai calon player escort.
Persyaratan itu berbeda dengan kebijakan klub lain yang mengharuskan calon player escort mengeluarkan biaya khusus. ”Tujuan lainnya dari persyaratan itu untuk membantu supaya pertandingan Arema FC di Stadion Kanjuruhan lebih ramai,” katanya. Karena itu, program tersebut akan berlangsung di setiap laga kandang tim.
Alumnus Universitas Brawijaya itu memastikan program itu memberi banyak keuntungan untuk orang tua dan anak. Mereka bisa melihat anaknya masuk lapangan sambil digandeng penggawa Singo Edan, sekaligus merasakan atmosfer laga Arema FC secara langsung. Dia yakin jadi momen berharga yang menumbuhkan kecintaan anak kepada sepak bola. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho