alexametrics
26.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Kebut RUU Energi Baru Terbarukan, DPR RI Gandeng UMM

MALANG KOTA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut berbangga diri, sebab kampus putih itu terpilih menjadi salah satu Universitas di Indonesia yang berpartisipasi dalam diskusi Rancangan Undang-undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Bahkan pada Kamis (4/2) Ketua Komisi 7 DPR RI Sugeng Suparwoto memimpin langsung Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Ruang Senat UMM yang terletak di Kampus 3 itu.

Kegiatan FGD ini sendiri dilakukan karena Sugeng Suparwoto ingin meminta pendapat dari beberapa stakeholder. Seperti dari pihak akademisi salah satunya.

“Saya memang berinisiatif untuk berkeliling meminta pendapat para pemangku kepentingan, salah satunya adalah pihak akademisi. Kami memilih UMM sebagai salah satu yang perwakilan adalah karena kampus ini cukup produktif dan berprestasi dalam mengkaji juga menciptakan energi terbarukan,”ujar politikus dari Fraksi Nasdem itu.

RUU yang sudah dirancang sebanyak 59 pasal 16 bab ditargetkan selesai Oktober. Alasan dikebutnya RUU ini adalah karena diperlukan kepastian hukum dengan segera di bidang EBT. Sebab selama ini EBT hanya diatur pada level peraturan menteri baik soal harga dan lainnya. Karena aturan kerap berubah dan tidak konsisten, maka perlu aturan yang lebih tinggi.

Dr Fauzan MPd, Rektor UMM mengatakan, walaupun secara prinsip, sebenarnya Indonesia sudah siap dalam pengembangan EBT. Namun banyak hal yang masih perlu dikaji. “Pada prinsipnya kita sudah siap, hanya tinggal ekspansi dan eksekusi.

“Untuk itu perlu ada kerjasama stake holder dan organisasi sosial lain. Tekad kami, selalu lakukan komunikasi agar hal ini dapat segera terwujud,” ungkapnya.

Selain itu, pihak UMM juga sudah banyak melakukan kajian dan penelitian terkait EBT. “Kami pernah membuat PLTMH ( Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro), biogas, dan biodiesel. Semua kajian dan inovasi itu kami lakukan secara bersimultan,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut berbangga diri, sebab kampus putih itu terpilih menjadi salah satu Universitas di Indonesia yang berpartisipasi dalam diskusi Rancangan Undang-undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Bahkan pada Kamis (4/2) Ketua Komisi 7 DPR RI Sugeng Suparwoto memimpin langsung Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Ruang Senat UMM yang terletak di Kampus 3 itu.

Kegiatan FGD ini sendiri dilakukan karena Sugeng Suparwoto ingin meminta pendapat dari beberapa stakeholder. Seperti dari pihak akademisi salah satunya.

“Saya memang berinisiatif untuk berkeliling meminta pendapat para pemangku kepentingan, salah satunya adalah pihak akademisi. Kami memilih UMM sebagai salah satu yang perwakilan adalah karena kampus ini cukup produktif dan berprestasi dalam mengkaji juga menciptakan energi terbarukan,”ujar politikus dari Fraksi Nasdem itu.

RUU yang sudah dirancang sebanyak 59 pasal 16 bab ditargetkan selesai Oktober. Alasan dikebutnya RUU ini adalah karena diperlukan kepastian hukum dengan segera di bidang EBT. Sebab selama ini EBT hanya diatur pada level peraturan menteri baik soal harga dan lainnya. Karena aturan kerap berubah dan tidak konsisten, maka perlu aturan yang lebih tinggi.

Dr Fauzan MPd, Rektor UMM mengatakan, walaupun secara prinsip, sebenarnya Indonesia sudah siap dalam pengembangan EBT. Namun banyak hal yang masih perlu dikaji. “Pada prinsipnya kita sudah siap, hanya tinggal ekspansi dan eksekusi.

“Untuk itu perlu ada kerjasama stake holder dan organisasi sosial lain. Tekad kami, selalu lakukan komunikasi agar hal ini dapat segera terwujud,” ungkapnya.

Selain itu, pihak UMM juga sudah banyak melakukan kajian dan penelitian terkait EBT. “Kami pernah membuat PLTMH ( Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro), biogas, dan biodiesel. Semua kajian dan inovasi itu kami lakukan secara bersimultan,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/