DSI FILKOM UB Selenggarakan Workshop Pendampingan Kesehatan Mental dan Akademik Mahasiswa

Departemen Sistem Informasi (DSI) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan Workshop Penanganan Mahasiswa Kesehatan Mental dan Akademik untuk Dosen Penasihat Akademik (PA) selama dua hari, Kamis–Jumat (22/01–23/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada hari pertama di Ruang Mini Teater FILKOM UB, serta daring pada hari kedua, sebagai bagian dari upaya penguatan peran dosen PA dalam mendampingi mahasiswa, baik dari aspek akademik maupun psikososial. Workshop ini diikuti oleh dosen Penasihat Akademik di lingkungan DSI FILKOM UB. Melalui kegiatan tersebut, para dosen PA dibekali pemahaman komprehensif mengenai karakteristik mahasiswa Generasi Z.
Pada hari pertama, Ketua Pelaksana kegiatan, Ir. Satrio Hadi Wijoyo, S.Si., S.Pd., M.Kom., yang akrab disapa Joy, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa workshop ini tidak hanya merupakan program rutin DSI, tetapi juga menjadi kebutuhan yang semakin relevan seiring dengan meningkatnya kompleksitas permasalahan mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun kesehatan mental.
“Dosen PA memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengenali, memahami, dan memberikan pendampingan awal bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan, sehingga diperlukan penyamaan persepsi serta penguatan kapasitas dosen PA agar pendampingan yang diberikan lebih tepat, empatik, dan berkelanjutan,” jelas Joy.
Pada workshop ini turut hadir Ketua DSI, Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng.; Sekretaris DSI, Ir. Satrio Agung Wicaksono, S.Kom., M.Kom.; Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), Ir. Admaja Dwi Herlambang, S.Pd., M.Pd.; Ketua Prodi SI, Mochamad Chandra Saputra, S.Kom., M.Eng., M.T., Ph.D.; serta Ketua Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi, Buce Trias Hanggara, S.Kom., M.Kom. Dalam pemaparannya di sesi pagi, Fajar menjelaskan terkait pengakuan program Magang Berdampak, di mana kegiatan magang yang dapat dikonversi hingga 20 SKS harus berada dalam skema kerja sama resmi melalui perjanjian kerja sama/Memorandum of Understanding (MoU) antara mitra dan FILKOM UB, bersifat berkelanjutan, serta memiliki rekam jejak mitra yang telah melalui proses penilaian institusi.
“Dosen PA perlu memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan magang yang dilakukan mahasiswa di luar skema kerja sama tersebut, karena magang mandiri yang tidak berada dalam payung MoU tidak dapat diakui sebagai Magang Berdampak dan tidak memenuhi syarat konversi SKS sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Fajar.

Selain membahas pendekatan pendampingan kesehatan mental mahasiswa, workshop ini juga mengulas aspek kebijakan akademik yang relevan dengan peran dosen PA. Hadir sebagai narasumber, Yunita Kurniawati, S.Psi., M.Psi., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB, yang memaparkan karakteristik mahasiswa Generasi Z. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Gen Z tumbuh sebagai digital native yang relatif lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental, memiliki ekspektasi tinggi terhadap proses pembelajaran, membutuhkan pola komunikasi yang hangat dan empatik, namun di sisi lain juga rentan terhadap tekanan akademik serta perbandingan sosial. Dalam sesi tersebut, Yunita juga menekankan pentingnya pemahaman dosen Penasihat Akademik terhadap kondisi kesehatan mental mahasiswa.
“Ada sejumlah indikator yang menjadi acuan kapan mahasiswa perlu dirujuk ke layanan kesehatan mental profesional. Beberapa kondisi yang perlu mendapat perhatian serius antara lain ketika individu menunjukkan perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, mengalami gangguan dalam menjalankan fungsi sehari-hari, serta terdapat distorsi persepsi seperti halusinasi atau gangguan isi pikir (delusi),” ungkap Yunita.
Pemahaman ini diharapkan dapat membantu dosen PA melakukan deteksi dini, memahami batas peran pendampingan akademik, serta mengambil langkah rujukan yang tepat demi keselamatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan studi mahasiswa.



