Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tiga Kurikulum Andalan Antar SD Islam Al Azhar Berwawasan Global

Farik Fajarwati • Selasa, 18 Mei 2021 | 22:47 WIB
Kepala SD Islam Al Azhar 56 Malang Ramlih SAg optimistis membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi berwawasan global. (Rofia Ismania/Radar Malang)
Kepala SD Islam Al Azhar 56 Malang Ramlih SAg optimistis membawa sekolah yang dipimpinnya menjadi berwawasan global. (Rofia Ismania/Radar Malang)
MALANG KOTA – Mengadopsi pembelajaran menggunakan tiga kurikulum membuat kualitas pendidikan di SD Islam Al Azhar 56 Malang tidak perlu diragukan lagi. Salah satu sekolah dari 230 sekolah Al Azhar se-Indonesia itu menggunakan Kurikulum 2013, Kurikulum Pendidikan Adab Al Azhar, dan Kurikulum Cambridge.

Kepala SD Islam Al Azhar 56 Malang Ramlih SAg menjelaskan, Kurikulum 2013 merupakan kurikulum nasional yang memang digunakan oleh seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Sedangkan kurikulum adab adalah kurikulum milik Al Azhar. Ini karena adab dinilai sangat penting. “Karena saat ini kami sendiri merasakan keresahan yang luar biasa. Adab ini kurang sekali di dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Sementara Kurikulum Cambridge adalah kurikulum internasional. Dengan kurikulum ini, pihaknya berharap bahwa para peserta didik nantinya mempunyai wawasan global. Berbagai keunggulan sudah dikantongi SD Islam Al Azhar 56 Malang. “Pertama ada keagamaan. Di dalamnya ada program membaca Alquran, pembiasaan hafalan Alquran, menterjemah Alquran, program Alquran untuk tadarus, dan lainnya,” katanya.

Selain itu, SD Islam Al Azhar 56 Malang juga mempunyai program kids entrepreneur. “Kami ingin anak-anak menjadi entrepreneur dalam usia kecil. Sehingga, ada beberapa kegiatan yang kami siapkan. Di antaranya, mengembangkan hidroponik, perikanan, peternakan. Harapannya, muncul jiwa-jiwa entrepreneur dari anak-anak. Sehingga sekolah itu tidak hanya kognitif dan hafalan. Tetapi sekolah itu langsung pada praktiknya yang nanti itu bisa dirasakan siswa,” ungkap Ramlih.

Ekstrakurikuler yang dimiliki SD Islam Al Azhar 56 Malang juga mengikuti era perkembangan zaman. “Kami ada ekskul robotik, panahan, berkuda, termasuk juga IT,” sambungnya. Dia mengatakan, di masa pandemi ini pihaknya mempersiapkan betul kegiatan pembelajaran. “Di awal-awal, kami menggunakan aplikasi seperti YouTube dan WhatsApp. Tapi pada tahun ajaran 2020/2021, kami sudah menyiapkan satu aplikasi khusus, yaitu Google Suite for Education.

Pertama, kami siapkan perangkatnya. Kemudian orang tua murid diberi pelatihan selama satu minggu,” terangnya. Sehingga ketika dimulai, semuanya sudah siap support. Aplikasi lengkap yang di dalamnya ada 13 aplikasi lainnya itu digadanggadang aman untuk kegiatan pembelajaran. Karena SD Islam Al Azhar 56 Malang telah bekerja sama dengan Google. Meskipun masih berdiri empat tahun, beragam prestasi sudah diraih SD Islam Al Azhar 56 Malang. “Secara nasional beberapa kali, baik itu menjadi finalis nasional ataupun peraih medali olimpiade untuk matematika dan IPA,” kata Ramlih.

Mulai tahun ajaran 2021/2022 nanti, SD Islam Al Azhar 56 Malang bakal menempati gedung permanennya. Yaitu berada di Jalan Mayjen Sungkono RT 11/RW 6, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Luas kawasannya mencapai 1,8 hektare. “8 ribu meter persegi untuk dibangun sekolah, yaitu TK sampai SMA. Dan 10 ribu meter perseginya bakal dijadikan area bisnis Al Azhar yang menjadi ikon Al Azhar di Kota Malang,” pungkasnya. (def/dik) Editor : Farik Fajarwati
#JPRM #SD Islam Al Azhar 56 #SDI Al Azhar