Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Uang Gedung di Tiga Kampus Negeri Kota Malang, Ini Daftar Biayanya

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 18 Juli 2023 | 22:00 WIB
Ilustrasi UB, salah satu kampus negeri di Kota Malang yang menerapkan uang gedung secara variatif.
Ilustrasi UB, salah satu kampus negeri di Kota Malang yang menerapkan uang gedung secara variatif.

MALANG KOTA – Tiga kampus negeri di Kota Malang bakal meraup ratusan miliar dari pembayaran uang gedung mahasiswa baru (maba).

Apalagi, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) berencana memaksimalkan kuota jalur mandiri.

Di jalur itu lah kampus negeri bisa menarik uang gedung. Di UB, uang gedung diistilahkan dengan Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Dalam website selma.ub.ac.id tahun ini, mereka menetapkan lima kelompok IPI. Yakni kelompok IV, V, VI, VII, dan VII.

Besaran IPI tiap kelompok berbeda-beda. Semakin tinggi kelompok IPI, besarannya juga semakin besar. Tahun ini UB menetapkan dua kelompok IPI baru. Yakni kelompok VII dan VIII.

Wakil Rektor 2 UB Dr Muchamad Ali Safaat SH MH menyebut, penentuan IPI tahun sebelumnya kurang representatif.

Sebab, beberapa mahasiswa dengan kondisi ekonomi keluarga yang baik mendapatkan beban IPI yang sama dengan keluarga mahasiswa yang kemampuannya berada di bawahnya.

”Misalnya ada orang tua mahasiswa dengan penghasilan Rp 30 juta, terpaksa harus ada persamaan dengan yang penghasilannya 15 juta karena tak ada golongan IPI di atasnya,” terang Ali.

Karena itu ada urgensi penambahan dua kelompok IPI. Ali memastikan penambahan kelompok IPI itu tak menambah kenaikan nominalnya.

”Jadi tahun ini tidak ada kenaikan. Hanya penambahan kelompok saja,” imbuh dia.

Ali menjelaskan, penentuan beban IPI berdasar pada beberapa hal. Antara lain pendapatan orang tua, tanggungan, dan beban pengeluaran setiap bulannya.

Semua data tersebut masuk dalam sistem dan akan teranalisis secara otomatis. Ali menyebut, analisis manual juga akan bergulir jika ada keganjilan pada unggahan data.

”Misalnya pendapatan yang tertulis tidak realistis dengan besaran pengeluarannya,” imbuhnya.

Berdasar informasi, besaran IPI di selma.ub.ac.id bervariasi. IPI paling rendah yakni Rp 10 juta. Sedangkan, IPI paling tinggi yakni Rp 225 juta.

Jika mengambil rata-rata tengah, setiap maba jalur mandiri bisa kena IPI sebesar Rp 117,5 juta.

Sementara, kuota jalur mandiri UB sebanyak 7.291 mahasiswa. Jika memakai perkalian dengan total kuota itu, UB bisa mengantongi dana IPI Rp 856 miliar.

Tentu saja itu hanya estimasi kasar. Bisa jadi jumlahnya jauh di bawahnya.

Sebab, Ali mengaku tak ada target pendapatan kampus yang dihasilkan dari pembayaran IPI tersebut.

”Sekali lagi, besaran IPI sangat bergantung dari kondisi dan kemampuan ekonomi keluarga calon maba,” tegasnya.

Kepala Sub Direktorat Seleksi Universitas Negeri Malang (UM) Rizky Firmansyah juga berkata serupa.

Uang gedung memakai istilah Sumbangan Pembangunan Sarana Akademik (SPSA). Penentuan nominalnya juga berdasar tingkat ekonomi orang tua calon mahasiswa.

Meski begitu, SPSA dari UM relatif seragam ketimbang UB.

Sebab, UM hanya menerapkan satu kelompok SPSA saja. Rizky menyebut besarannya mulai Rp 17 juta hingga Rp 30 juta per maba.

Tahun ini, pagu untuk jalur mandiri di UM sebanyak 3.446 mahasiswa.

Bila setiap calon maba di UM kena biaya SPSA Rp 23,5 juta, ada estimasi pendapatan dari SPSA senilai Rp 80 miliar.

Jumlah riilnya bisa saja lebih sedikit. Sebab, Rizky menyampaikan bila ada kesempatan maba dari jalur mandiri prestasi untuk mendapat beasiswa.

”Bisa jadi maba jalur mandiri prestasi mendapatkan gratis SPSA atau UKT atau kedua-duanya,” tambah dia.

Rizky menyampaikan, pendapatan tersebut termasuk non Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sehingga, alokasinya murni digunakan untuk operasional pendidikan yang tak tercakup APBN.

Selama ini, dia menyebut APBN dialokasikan untuk men-cover beberapa kebutuhan operasional. Contohnya, gaji dosen dan tunjangannya.

Selain itu, operasional pendidikan selama satu tahun akan menggunakan dana dari SPSA.

Misalnya untuk pengembangan penelitian, penyelenggaraan perkuliahan, dan lain sebagainya.

UIN Maliki Naikkan Nilai UKT

Sementara itu, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di UIN Maliki Malang masih berjalan.

Kepala Bagian Akademik UIN Malang Imam Ahmad mengatakan, saat ini ada 2.152 calon mahasiswa yang telah masuk.

Secara rinci, meliputi 619 pendaftar lolos seleksi melalui jalur SNBP, 485 pendaftar jalur SPAN-PTKIN, 68 pendaftar jalur beasiswa teladan, dan 64 pendaftar jalur peminatan khusus penghafal Alquran.

”Sisanya sudah lolos dan masuk, tapi belum resmi karena belum membayar UKT,” terang Imam.

Yang belum resmi terdiri dari 585 pendaftar jalur SNBT dan 331 pendaftar jalur UM-PTKIN.

Selain jalur SNBT dan jalur UM-PTKIN, yang sekarang masih berjalan yakni seleksi jalur mandiri.

Total sudah ada 3.774 pendaftar untuk tes mandiri. Namun, yang mengikuti tes mandiri pada 17 sampai 21 Juli sebanyak 3.567 pendaftar.

”Secara umum, tahun ini jumlah pendaftar menurun daripada tahun lalu,” ujarnya.

Karena itu, hingga kini pihaknya belum menetapkan secara pasti jumlah yang akan masuk dari jalur mandiri.

Bahkan, bisa jadi pembayaran UKT untuk jalur SNBT dan jalur UM-PTKIN akan ada perpanjangan dari yang semula tutup pada 24 Juli.

Sementara itu, Ketua Pokja Keuangan UIN Malang Hanik Tasnida mengatakan bila pihaknya mematok dua macam pembiayaan. Yakni UKT yang dibayarkan setiap semester, serta biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma'had.

Namun, biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma'had hanya terbayarkan pada tahun pertama oleh mahasiswa dari seluruh jalur penerimaan.

”Kalau UKT besarannya macam-macam. Untuk grade atau golongan terendah berkisar antara gratis sampai Rp 400 ribu,” terang Hanik.

Sementara golongan termahal mulai dari Rp 5 juta. Dia juga mengakui, tahun ini ada kenaikan UKT dengan besaran yang bervariasi berdasar program studi (prodi).

Meski begitu, dia menyebut bila kenaikannya tidak signifikan. Ada yang naik Rp 500 ribu.

Lalu, untuk biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma'had pada prodi non kedokteran dan kedokteran terdapat perbedaan.

”Pada prodi non kedokteran Rp 7.5 juta. Sementara kedokteran Rp 10 juta,” sebut Hanik. Meski demikian, kedokteran masih menjadi prodi favorit di sana. (dre/mel/by)

Uang Gedung Jalur Mandiri di 3 Kampus Negeri

UB

Kuota: 7.291 mahasiswa.

Biaya pendaftaran: Rp 350 ribu

IPI (Iuran Pengembangan Institusi)

Kelompok IV/paling rendah (mulai Rp 10 juta - Rp 150 juta)

Kelompok VIII/paling tinggi (mulai Rp 18 juta - Rp 225 juta)

Uang Kuliah Tunggal (UKT)

Kelompok IV/paling rendah (mulai Rp 3,6 juta - Rp 19,160 juta)

Kelompok VIII/paling tinggi (mulai Rp 6,5 juta - Rp 24 juta)

 

Contoh UKT dan IPI terendah

1.Prodi S1 Bioteknologi

2.Prodi S1 Teknik Pertanian dan Biosistem

3.Prodi S1 Teknik Lingkungan

Contoh UKT dan IPI tertinggi

1.Prodi S1 Kedokteran

2.Prodi S1 Kedokteran Gigi

3.Prodi S1 Pendidikan Dokter Hewan

UM

Kuota: 3.446 mahasiswa

Biaya pendaftaran: Rp 300 ribu

SPSA (Sumbangan Pembangunan Sarana Akademik): Mulai Rp 17 juta - Rp 30 juta.

UKT

Kategori A/paling rendah (mulai Rp 4,8 juta - Rp 6,250 juta)

Kategori B/paling tinggi (mulai Rp 5 juta - Rp 7,5 juta)

 

Contoh UKT dan SPSA terendah

1.Prodi S1 Ilmu Perpustakaan

2.Prodi S1 Pendidikan Sejarah

3.Prodi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Contoh UKT dan SPSA tertinggi

1.Prodi S1 Teknik Mesin

2.Prodi S1 Teknik Industri

3.Prodi S1 Teknik Elektro

UIN Maliki Malang

Pendaftar: 3.774 calon mahasiswa.

Yang mengikuti ujian: 3.567 pendaftar

Biaya Pendaftaran: Rp 300 ribu.

Biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma'had (non kedokteran): Rp 7.5 juta untuk satu tahun.

Biaya pengembangan kelembagaan dan pendidikan ma'had (kedokteran): Rp 10 juta.

UKT

Kategori I/paling rendah (mulai 0 - Rp 400 ribu)

Kategori VII/paling tinggi (mulai Rp 5.6 juta - Rp 26 juta)

 

Contoh UKT dan biaya ma'had terendah

1.Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi

2.Prodi Fisika

3.Prodi Hukum Bisnis Syariah

Contoh UKT dan ma'had tertinggi

1.Prodi Kedokteran

2.Prodi Biologi

3.Prodi Matematika

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#uang gedung