RADAR MALANG - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan dukungan besar kepada siswa-siswi yang tergabung dalam program Sekolah Garuda sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi unggul di bidang sains dan teknologi di seluruh Indonesia.
Melalui Sekolah Garuda, pemerintah ingin memberi ruang bagi talenta dari berbagai daerah agar bisa mengembangkan potensi maksimal mereka di bidang akademis dan inovasi.
Brian menekankan bahwa program ini bukan hanya soal pengembangan akademik, tetapi juga penguatan karakter, penanaman nilai kepemimpinan, serta kesiapan bersaing secara global.
Ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar siswa masa kini bukan hanya soal memperoleh nilai bagus, tapi juga bagaimana mereka mampu berpikir kreatif, mengatasi kegagalan, dan tahan menghadapi tekanan.
Dalam sambutannya, Mendiktisaintek mengenang pengalaman pribadinya ketika menempuh studi di Jepang, di mana ia sempat bekerja sambil belajar saat beasiswanya sempat terganggu. Ia menyampaikan ini sebagai contoh bahwa kesulitan bukan penghalang untuk maju, tetapi bisa menjadi bagian dari proses meningkatkan daya juang siswa.
Program Sekolah Garuda akan diperkenalkan secara serentak di 16 lokasi di seluruh Indonesia, mencakup kombinasi sekolah yang ditransformasi dari sekolah unggulan yang sudah ada dan sekolah baru yang dibangun di daerah dengan akses pendidikan terbatas.
Melalui pendekatan ini, diharapkan tidak ada siswa berprestasi dari daerah terpencil yang tertinggal hanya karena keterbatasan fasilitas atau kesempatan.
Sekolah Garuda diharapkan menjadi jembatan agar siswa-siswa itu bisa menembus perguruan tinggi terbaik dunia dan menjadi tulang punggung kemajuan bangsa.
Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan perhatian serius terhadap pendidikan daerah, Sekolah Garuda menjadi salah satu upaya nyata dalam memperluas pemerataan pendidikan unggul dan memperkuat persiapan siswa Indonesia dalam menghadapi tantangan di era global. (cj)
Editor : A. Nugroho