DENPASAR – SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang atau yang dikenal sebagai SMP Muhammadiyah 2 Inovasi melakukan kunjungan studi ke SMP Muhammadiyah 1 Denpasar, Bali, Jumat lalu (12/12).
Kegiatan yang diikuti 27 guru dan tenaga kependidikan (GTK) merupakan bagian dari program penyegaran sekaligus penguatan kapasitas menjelang semester genap. Kunjungan itu dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait pengelolaan sekolah.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan. Mulai pendidikan inklusif, pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, kaderisasi organisasi otonom Muhammadiyah, serta penguatan budaya sekolah hijau.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang Supriyanto menegaskan, kegiatan itu dirancang sebagai sarana belajar kelembagaan. ”Kami datang ke Bali bukan sekadar rekreasi, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk belajar dan menyerap strategi pengembangan sekolah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, rombongan SMP Muhammadiyah 2 Inovasi juga mempelajari penerapan konsep green school yang telah membudaya di SMP Muhammadiyah 1 Denpasar. Praktik pengelolaan lingkungan sekolah tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan di Malang.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Denpasar Mely Noor Rohmah SE menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan rencana kunjungan balasan ke Malang, sekaligus membuka peluang kerja sama jangka panjang. ”Tidak menutup kemungkinan kami bersinergi dan bertubuh bersama sebagai sister school,” katanya.
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Denpasar, Najamuddin, berharap pertemuan kedua sekolah ini sebagai langkah awal yang positif. Menurutnya, dua lembaga memiliki komitmen yang sama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang layak dan inklusif. (gp)
Editor : A. Nugroho