Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Malang Raya Tambah Empat SPPG, Penerima Program Makan Bergizi Gratis Semakin Banyak

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 30 April 2025 | 17:32 WIB
Grafis satuan pelayanan pemenuhan gizi di malang raya.
Grafis satuan pelayanan pemenuhan gizi di malang raya.

MALANG RAYA – Jumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang Raya terus bertambah.

Itu seiring dengan penambahan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

Terbanyak ada di Kabupaten Malang dengan dua SPPG, disusul Kota Malang dengan satu SPPG.

Kota Batu juga sedang membangun SPPG pertama yang diperkirakan baru beroperasi bulan depan.

 Baca Juga: Biaya Fantastis, Program Makan Gratis di Kota Malang Butuh Rp 2,5 M Per Hari

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim menerangkan, sebelumnya sudah ada satu SPPG yang menyuplai program MBG di Kecamatan Lowokwaru.

Sementara satu SPPG yang baru berada di Kecamatan Klojen.

Mulai beroperasi pada 14 April 2025 dan dikelola LP Maarif NU.

”Sekarang sudah ada 11 sekolah di Kecamatan Klojen yang mendapatkan program MBG, mulai dari TK, MI, SD, SMP dan SMK. Jumlah penerimanya 3.218 siswa per hari,” terang Adhim.

 Baca Juga: Verifikasi 7.000 Calon Siswa Sekolah Rakyat di Malang

Sedangkan di SPPG Bahrul Maghfiroh, Kecamatan Lowokwaru, jumlah penerima program MBG mencapai 3.300 siswa.

Sebelumnya sudah ada 600 siswa penerima program MBG di SDN Lowokwaru 3 melalui program CSR Gojek.

Jika ditotal, jumlah penerima program MBG di Kota Malang saat ini mencapai 7.118 anak.

”MBG dengan Gojek masih berlanjut sampai saat ini. Kontraknya habis Juni 2025. Kami belum mendapatkan informasi dilanjutkan atau tidak,” tutur dia.

Ditanya terkait kemungkinan adanya tambahan SPPG lagi dalam waktu dekat, Adhim mengaku tidak bisa memastikan.

Menurutnya, tambahan SPPG merupakan wewenang pemerintah pusat.

Pemerintah daerah tidak dilibatkan karena seluruhnya sudah ditangani Badan Gizi Nasional (BGN).

Informasi yang diterima wartawan koran ini, ada satu lagi SPPG yang bakal beroperasi dalam waktu dekat.

Yaitu SPPG di Lanal Malang. Kemungkinan bisa menjalankan program MBG Mei mendatang.

Tujuh SPPG di Kabupaten Sementara itu, sejak Maret lalu ada tambahan dua SPPG di Kabupaten Malang.

Lokasinya di Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, dan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis.

Total sudah ada tujuh SPPG di Kabupaten Malang.

Standar pelayanan tiap SPPG masih sama.

Yakni maksimal 3.500 porsi per hari.

Jika ditotal, tujuh SPPG maksimal bisa melayani 24.500 porsi per hari.

Namun, paket makan bergizi yang dikirim SPPG jumlahnya naik turun.

Misalnya yang diungkapkan Kepala SPPG Yayasan Annur 1 Bululawang Fidia Mafrurosari.

Saat ini pihaknya melayani MBG untuk 3.468 siswa.

”Kami melakukan pendataan terhadap siswasiswi di sekolah dulu, kemudian kami ajukan ke BGN (Badan Gizi Nasional). Jadi tidak bisa langsung menambah,” ujar Fidia kemarin (29/4).

Sejauh ini dia belum menemukan kendala berarti dalam pelaksanaan MBG.

Sesekali memang ada sekolah yang mengabarkan libur mendadak.

Selama ini juga belum ada kendala dari penyediaan bahan baku.

Kondisi serupa diungkapkan Kepala SPPG Kuwolu, Bululawang, Salsa Billa Novitasari.

Februari lalu pihaknya melayani 3.022 siswa.

Tapi saat ini berkurang menjadi 3.020 siswa karena ada yang pindah sekolah.

”Setiap hari kami bisa menyediakan kurang dari jumlah tersebut karena menyesuaikan jumlah siswa yang masuk,” kata Salsa.

Sama dengan SPPG Annur, kesulitan terjadi jika ada sekolah yang menyampaikan libur secara mendadak.

Pihaknya harus berkoordinasi lagi dengan supplier terkait pengurangan belanja bahan makanan pada hari berikutnya.

Setiap hari, dapur umum itu mengantarkan makanan tiga sampai empat kali.

Pengantaran pertama dilakukan pukul 06.30 dan seterusnya hingga pengantaran terakhir.

Pengiriman juga disesuaikan dengan jam belajar siswa.

Seperti saat pengantaran pertama selalu dilakukan untuk TK dan satu MI.

Kota Batu Tunggu Realisasi Hingga kini Kota Batu belum merealisasikan program MBG.

Pemkot masih dalam proses membangun satu SPPG yang terletak di Desa Beji, Kecamatan Junrejo.

Peletakan batu pertama dilakukan Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu lalu (26/4).

Proyek tersebut digagas oleh Yayasan Berkah Saudara Abadi yang dipelopori oleh kawula muda di Desa Beji.

”Kami mulai pembangunan sejak Februari lalu. Diperkirakan tuntas 20 hari dari setelah peletakan batu pertama,” kata Penanggung Jawab SPPG Yayasan Berkah Saudara Abadi Ibnu Sriwawan.

Gedung SPPG itu dibangun di atas tanah desa seluas 16x26 meter persegi.

Nantinya akan melayani program MBG di wilayah Desa Beji saja.

Estimasi jarak SPPG ke sekolah antara 200 meter sampai dua kilometer dengan waktu tempuh antara 1-4 menit.

”Makanan ini harus disajikan secara fresh, jadi harus yang paling dekat dengan dapur,” tuturnya.

Kapasitas produksi SSPG itu mencapai 4.000 porsi per hari.

Nantinya akan melayani 45 sekolah.

Terdiri dari sembilan TK, lima KB, 16 SPS, delapan SD, tiga SMP, satu SMK, dan satu SMA.

Data sementara menyebutkan jumlah siswa di 45 sekolah itu sekitar 3.690 anak.

Ibnu mengaku akan memberdayakan sekitar 47 warga sekitar untuk produksi makanan.

Mulai dari tenaga untuk memasak, mengupas bumbu, hingga mencuci piring.

Sedangkan suplai bahan makanan mengandalkan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. (adk/yun/ori/fat)

Editor : A. Nugroho
#ribuan siswa #Program Makan Bergizi #Malang Raya #SD-SMA #SPPG