MALANG KOTA - Kunjungan di Kajoetangan Heritage disebut-sebut meningkat hingga 1.000 sampai 1.500 orang per hari. Sayangnya, peningkatan kunjungan itu belum diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Karena itu, warga setempat mengusulkan agar ada penataan di sana.
Usulan penataan Kajoetangan Heritage disampaikan Selasa lalu (4/11). Tepatnya dalam pertemuan bersama DPRD Kota Malang dan pihak Kecamatan Klojen. Camat Klojen Willstar Taripar Hatoguan mengatakan, ada beberapa skema yang diusulkan warga. Seperti penataan ulang area parkir.
Kemudian pembatasan kendaraan pada momen-momen tertentu. ”Untuk pembatasan kendaraan misalnya, masyarakat mengusulkan agar ada hari bebas kendaraan. Bisa jadi saat akhir pekan atau hari lain,” terang Willstar. Di samping itu, ada usulan untuk menyediakan area parkir bus ukuran kecil. Sehingga penumpang bisa menyempatkan diri mampir ke Kajoetangan Heritage.
Selain penataan area, warga berharap pemkot bisa mendorong promosi wisata di Kajoetangan Heritage. Sebab, selama ini, Kota Malang hanya sekadar menjadi tempat transit untuk menuju destinasi wisata lain seperti pantai atau pegunungan.
Dorongan promosi wisata itu tidak hanya berlaku untuk Kajoetangan Heritage. Namun juga empat kampung tematik lain. Yakni Kampung Gerabah Penanggungan, Kampung Tematik Rampal Celaket, Kampung Biru Arema, dan Kampung Putih.
”Yang diharapkan pemerintah juga, apa yang dilakukan oleh Pokdarwis Kajoetangan Heritage dalam pengembangan wisata bisa terduplikasi ke empat kampung lainnya,” papar Willstar. Namun seluruh usulan masih akan dikomunikasikan dengan perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita setuju bahwa penataan di Kajoetangan Heritage harus segera dilakukan. Tujuannya untuk mengantisipasi penurunan angka kunjungan dan rasa tidak nyaman. Baik dari pengunjung maupun warga setempat.
”Kami akan coba diskusikan dengan disporapar. Apakah ke depan Kajoetangan bisa diperlebar ke arah utara atau sampai Stasiun Malang,” ucap Amithya. Demikian pula dengan empat kampung tematik lain di Kecamatan Klojen agar ada pengembangan lebih lanjut. Sehingga keberadaannya tidak mati suri. (mel/by)
Editor : A. Nugroho