Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Antrean Kendaraan Besar di SPBU Masih Terjadi, Pertamina Sebut Konsumsi Biosolar Sudah Melebihi Kuota Berjalan

Nabila Amelia • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:49 WIB
PERMINTAAN NAIK: Beberapa kendaraan besar mengantre biosolar di SPBU 54.651.75 Karanglo, kemarin (27/6). Beberapa kali antrean tampak mengular sampai ke jalan. (Nabila Amelia/Radar Malang)
PERMINTAAN NAIK: Beberapa kendaraan besar mengantre biosolar di SPBU 54.651.75 Karanglo, kemarin (27/6). Beberapa kali antrean tampak mengular sampai ke jalan. (Nabila Amelia/Radar Malang)

 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih terjadi sampai kemarin (27/5). Contohnya di SPBU 54.651.19 Gadang dan SPBU 54.651.75 Karanglo. Sejumlah kendaraan, terutama yang bermuatan besar mengular hingga keluar SPBU. Kemacetan pun terjadi di dekatnya.

 

Sempat beredar informasi bahwa antrean kendaraan di SPBU disebabkan pasokan BBM subsidi yang berkurang. Kemudian ada pembatasan nominal pembelian. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi turut angkat bicara soal kondisi yang terjadi beberapa hari terakhir di SPBU.

 

DAPAT JATAH 135 RIBU KL: Sejumlah kendaraan mengisi biosolar setelah mengantre beberapa saat di SPBU 54.651.75 Karanglo, kemarin.
DAPAT JATAH 135 RIBU KL: Sejumlah kendaraan mengisi biosolar setelah mengantre beberapa saat di SPBU 54.651.75 Karanglo, kemarin.

 

Menurut dia, pemenuhan pasokan BBM subsidi di seluruh daerah di Jawa Timur dipastikan aman. Ahad menegaskan, penyaluran BBM subsidi dipastikan sesuai peruntukan. Itu sebagaimana dengan yang ditetapkan pemerintah, kuota, dan titik layanan jual yang sudah ditetapkan.

 

"Barangnya (pasokan BBM subsidi) ada, tapi banyak kendaraan besar yang antre di SPBU sehingga menyebabkan kemacetan," terang Ahad. Selain kendaraan-kendaraan besar yang mengantre, dia menyebut ada peningkatan konsumsi BBM subsidi, terutama biosolar.

 

Berdasar data Pertamina pada Juni ini, konsumsi biosolar di Jawa Timur sudah melebihi 100 persen dari total kuota berjalan. "Kalau untuk Kota Malang, dari Januari sampai 21 Juni, realisasi penyalurannya sudah 60.070 kiloliter (KL), sementara kuota tahun 2026 sebesar 135.022 KL," papar Ahad.

 

Baca Juga: Antrean Beli Biosolar di SPBU Bikin Macet

 

 

Selain Kota Malang, dia menyebut untuk Kabupaten Malang pada periode yang sama realisasinya sebesar 108.840 KL. Sementara kuota tahun 2026 sebanyak 234.499 KL. Kemudian untuk Kota Batu, realisasinya 16.100 KL. Sementara kuota tahun 2026 sebesar 34.992 KL.

 

Ahad melanjutkan, upaya mendorong percepatan penyaluran sudah dilakukan pihaknya dengan melakukan mitigasi. Misalnya tambahan melalui double alih suplai sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan.

 

Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke daerah dengan kendala pasokan dan demand (permintaan) tertinggi. "Lalu ada penambahan ritase pengiriman. Umumnya, ritase pengiriman ke satu SPBU adalah satu kali setiap hari untuk multiproduk," imbuh Ahad.

Baca Juga: Dibatasi, Pertamina Jamin Stok Biosolar Aman

 

Namun, penambahan ritase pengiriman tidak bisa dilakukna sembarangan. Jumlahnya pun berbeda-beda. Sebab itu disesuaikan dengan kuota sepanjang tahun hingga daya tampung penyimpanan di masing-masing SPBU. Dengan demikian, distribusi pasokan BBM tetap terjaga dan tidak melebihi kuota setiap tahun. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#BBM #SPBU #antrean #Biosolar