Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PDRB Kota Malang Tumbuh 7,55 Persen, Ditopang Sektor Perdagangan, Industri, sampai Akomodasi 

Nahdiatul Affandiah • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:33 WIB
SEMAKIN PEDAS: Penampakan cabai rawit yang dijual salah satu pedagang di Pasar Gadang. Pemkot bakal mengendalikan harga yang melambung dengan WTI. (Foto: Darmono/Radar Malang)
PEDAGANG: Penampakan cabai rawit yang dijual salah satu pedagang di Pasar Gadang. Pemkot bakal mengendalikan harga yang melambung dengan WTI. (Foto: Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG- Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang pada triwulan pertama 2026 mengalami peningkatan. Grafiknya naik dibanding triwulan I pada tahun 2025. Pada triwulan I 2026 PDRB mencapai Rp 27,8 miliar.

 Sedangkan pada triwulan I 2025 PDRB Rp 25,8 Miliar. Jumlah itu menunjukkan pertumbuhan mencapai 7,55 persen saat dilihat secara year on year (yoy). Pertumbuhan PDRB merupakan rapor kesehatan bagi ekonomi Kota Malang.

 Pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini didasari banyak peristiwa. Seperti pergeseran momen Ramadan dan Idul Fitri saat triwulan I. Momen tersebut jadi salah aspek yang mengerek pertumbuhan PDRB.

 Namun, saat dibanding dengan PDRB triwulan IV tahun 2025, angka triwulan I 2026 cenderung turun. Besaran penurunannya mencapai 0,13 persen. ”Penurunan itu hal yang wajar karena tiap tahun triwulan IV selalu menjadi puncak ekonomi,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin.

 Di Kota Malang, PDRB selalu didukung oleh tiga sektor utama. Di antaranya, perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan dan sektor pendidikan, serta akomodasi. Tiga sektor itu sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan untuk perekonomian pada awal tahun ini.

 ”Analisis PDRB ini kami ambil dari komponen pengeluaran masyarakat dan industri,” lanjut Umar. Konsumsi rumah tangga mengambil kontribusi terbanyak tiap tahunnya. Komponen kedua yang mendominasi adalah investasi. Baru komponen ketiga diisi konsumsi pemerintah.

 Pertumbuhan PDRB sebesar 7,55 persen termasuk normal karena angka itu memasukkan efek inflasi. Untuk itu, pola ekonomi yang kuat sudah terlihat di Kota Malang. Sebab pertumbuhannya hampir menyamai puncak ekonomi pada triwulan IV tahun 2025.

 Di pihak lain, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Indra Kuspriyadi menuturkan, saat itu inflasi yang terjadi juga cukup rendah. Terutama pada bulan April pasca momen Ramadan dan Idul Fitri. ”Bulan April lalu mengalami inflasi hanya 0,05 persen saja secara month-to-month,” ujarnya.

Itu artinya, tekanan inflasi di Kota Malang masih terjaga. Itu tak lepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang fokus memantau harga di pasaran dan mencegahnya melonjak naik. Kini BI bersama Pemda bakal terus fokus menjaga angka inflasi di rentang 2,5 persen secara yoy. (aff/gp)

 

Editor : Galih R Prasetyo
Triwulan I 2026 Produk Domestik Regional Bruto ekonomi Kota Malang PDRB